Khofifah: Atlet Paralimpik Jawa Timur Dapat Bonus Setara Atlet PON

Kamis, 11 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan atlet Paralimpik dalam tasyakuran Haornas ke-42 di Kantor NPCI Jatim, Kota Mojokerto, Kamis (11/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.di)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan atlet Paralimpik dalam tasyakuran Haornas ke-42 di Kantor NPCI Jatim, Kota Mojokerto, Kamis (11/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.di)

MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kesetaraan bonus bagi atlet Paralimpik dengan atlet PON. Hal itu ia sampaikan dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 di Kantor NPCI Jatim, Mojokerto, Kamis (11/9/2025).

Acara tersebut diawali pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan. Sebanyak 15 atlet pelajar menerima peralatan sekolah senilai Rp1 juta per orang. Selain itu, pemerintah provinsi memberikan bantuan peralatan olahraga Rp150 juta dan modal usaha Rp3 juta untuk tiga atlet difabel berprestasi. Dua purna atlet juga memperoleh tali asih.

Khofifah menegaskan bahwa kebijakan kesetaraan reward telah diterapkan sejak periode pertama kepemimpinannya.

“Penghormatan kepada atlet Paralimpik sama nilainya dengan atlet PON, baik pada level maupun cabang olahraga yang sama,” ujarnya.

Kebijakan ini diiringi prestasi positif. Pada Peparnas 2024, Jatim meraih 21 emas, 20 perak, dan 11 perunggu. Di Peparpenas 2023, atlet pelajar Jatim menempati peringkat keempat nasional dengan 10 emas, 11 perak, dan 6 perunggu.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyatakan dukungan bagi atlet difabel.

“Prestasi para atlet meningkat luar biasa. Kami bangga dengan kemampuan warga meski memiliki keterbatasan,” ucapnya.

Ketua NPCI Jatim, Imam Kuncoro, menyebut kebijakan ini sebagai sejarah baru.

“Sejak 1970, baru pada 2022 kami benar-benar merasakan kesetaraan. Bonus kami sama dengan atlet PON,” katanya.

Olivia, atlet renang berusia 16 tahun, berharap dukungan pemerintah terus berlanjut.

“Semoga atlet disabilitas di Jatim semakin diperhatikan sehingga bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal
BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya
Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:00

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal

Kamis, 5 November 2026 - 20:53

BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Berita Terbaru