MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kesetaraan bonus bagi atlet Paralimpik dengan atlet PON. Hal itu ia sampaikan dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 di Kantor NPCI Jatim, Mojokerto, Kamis (11/9/2025).
Acara tersebut diawali pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan. Sebanyak 15 atlet pelajar menerima peralatan sekolah senilai Rp1 juta per orang. Selain itu, pemerintah provinsi memberikan bantuan peralatan olahraga Rp150 juta dan modal usaha Rp3 juta untuk tiga atlet difabel berprestasi. Dua purna atlet juga memperoleh tali asih.
Khofifah menegaskan bahwa kebijakan kesetaraan reward telah diterapkan sejak periode pertama kepemimpinannya.
“Penghormatan kepada atlet Paralimpik sama nilainya dengan atlet PON, baik pada level maupun cabang olahraga yang sama,” ujarnya.
Kebijakan ini diiringi prestasi positif. Pada Peparnas 2024, Jatim meraih 21 emas, 20 perak, dan 11 perunggu. Di Peparpenas 2023, atlet pelajar Jatim menempati peringkat keempat nasional dengan 10 emas, 11 perak, dan 6 perunggu.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyatakan dukungan bagi atlet difabel.
“Prestasi para atlet meningkat luar biasa. Kami bangga dengan kemampuan warga meski memiliki keterbatasan,” ucapnya.
Ketua NPCI Jatim, Imam Kuncoro, menyebut kebijakan ini sebagai sejarah baru.
“Sejak 1970, baru pada 2022 kami benar-benar merasakan kesetaraan. Bonus kami sama dengan atlet PON,” katanya.
Olivia, atlet renang berusia 16 tahun, berharap dukungan pemerintah terus berlanjut.
“Semoga atlet disabilitas di Jatim semakin diperhatikan sehingga bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar