Khofifah Bawa Jatim Borong 4 Penghargaan Kearsipan Nasional

Jumat, 29 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Dalam puncak peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta Selatan, Jawa Timur memborong empat penghargaan sekaligus.

Capaian ini bukan sekadar seremoni. Di tengah percepatan digitalisasi layanan publik, pengelolaan arsip kini menjadi fondasi penting dalam menjaga data pemerintahan, keterbukaan informasi, hingga pengambilan kebijakan yang akurat.

Empat penghargaan yang diraih Jawa Timur meliputi Simpul Jaringan Terbaik Nasional 2026, Simpul Jaringan Terbaik Nasional lima tahun berturut-turut, Pengawasan Kearsipan Predikat AA atau Sangat Memuaskan, serta Anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB).

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur Tiat S. Suwardi. Seluruh penghargaan diserahkan langsung Kepala ANRI, Mego Pinandito.

Khusus penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional, Jawa Timur tercatat konsisten mempertahankannya sejak 2021, 2022, 2024, 2025, hingga kembali diraih tahun 2026. Konsistensi itu menjadi sorotan karena menunjukkan sistem kearsipan digital di Jawa Timur dinilai mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

“Penghargaan ini tentu tidak diraih sendiri, melainkan hasil sinergi dan kolaborasi banyak pihak,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, penguatan sistem informasi kearsipan kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah transformasi digital yang terus bergerak cepat. Arsip, menurutnya, tidak lagi dipandang sebagai tumpukan dokumen lama yang hanya disimpan di gudang pemerintahan.

“Di era digital, arsip bukan lagi sekadar tumpukan dokumen. Arsip harus menjadi sumber data dan referensi yang dapat mendukung pelayanan publik, keterbukaan informasi, hingga perumusan kebijakan yang tepat,” tegasnya.

Pemprov Jawa Timur selama ini mendorong digitalisasi arsip melalui penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE). Langkah itu diperkuat dengan pembinaan perangkat daerah hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia bidang kearsipan.

Upaya tersebut ikut mengantarkan Jawa Timur kembali mempertahankan predikat “AA”, nilai tertinggi dalam pengawasan kearsipan nasional versi ANRI. Predikat ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kualitas tata kelola pemerintahan dan keamanan data publik.

“Mempertahankan predikat terbaik tingkat nasional selama bertahun-tahun tentu bukan hal mudah. Ini lahir dari komitmen bersama, penguatan SDM kearsipan, serta inovasi yang terus dijaga secara konsisten,” ungkap Khofifah.

Tak hanya fokus pada digitalisasi, Jawa Timur juga mendapat perhatian lewat penghargaan Memori Kolektif Bangsa atas penyelamatan arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) periode 1931–1995.

Arsip tersebut dinilai memiliki nilai sejarah penting karena merekam perjalanan sosial, budaya, pendidikan, hingga kehidupan keagamaan masyarakat Jawa Timur sejak era kolonial hingga pembangunan nasional.

“Arsip GKJW menjadi bagian penting dari jejak toleransi, akulturasi budaya, serta kontribusi masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pergerakan sosial,” kata Khofifah.

Ia menilai penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga arsip bukan hanya soal administrasi pemerintahan, tetapi juga menjaga memori kolektif bangsa agar tidak hilang di tengah derasnya perubahan zaman.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi pengingat bahwa kerja besar menjaga memori dan sejarah bangsa harus terus dilakukan bersama-sama. Kami berharap sinergi seluruh elemen masyarakat dalam penguatan kearsipan bisa terus diperkuat, karena dari arsip yang terjaga dengan baik itulah fondasi menuju Indonesia Emas 2045 dibangun,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru