Khofifah dan Muslimat NU Jawa Barat Berguru Tafsir Al-Jailani dari Cicit Syekh Abdul Qadir Jailani

- Redaksi

Kamis, 2 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-  Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, bersama PW Muslimat NU Jawa Barat, menggelar kajian istimewa Tafsir Al-Jailani (ist)

- Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, bersama PW Muslimat NU Jawa Barat, menggelar kajian istimewa Tafsir Al-Jailani (ist)

TASIKMALAYA, RadarBangsa.co.id – Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, bersama PW Muslimat NU Jawa Barat, menggelar kajian istimewa Tafsir Al-Jailani dengan menghadirkan cicit langsung Syekh Abdul Qadir Jailani, Syaikh Assayyid Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani. Acara ini berlangsung di Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis (2/1/2025).

Kegiatan yang diadakan untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut Harlah Muslimat NU ke-79 ini dihadiri oleh lebih dari 5.000 jamaah Muslimat NU dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Dalam suasana yang khidmat, kajian ini membawa penyebaran ilmu yang langsung diambil dari warisan intelektual Tafsir Al-Jailani.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan betapa istimewanya kesempatan ini. Proses untuk menghadirkan Syaikh Fadhil tidaklah mudah. Ia menceritakan bagaimana dirinya harus berusaha keras, termasuk mendatangi Istanbul hingga dua kali menyampaikan permohonan kepada Syaikh Fadhil, hingga akhirnya berhasil saat bertemu kembali di Tanah Suci.

“Beliau adalah ulama besar dunia, cicit langsung dari Syekh Abdul Qadir Jailani, dengan garis keturunan dari cucu Rasulullah, Sayyidina Hasan RA dan Sayyidina Husain RA,” ujar Khofifah.

Khofifah berharap kehadiran Syaikh Fadhil dapat memperkuat keimanan, keikhlasan, serta semangat perjuangan dan pelayanan sosial para jamaah Muslimat NU.

Khofifah juga mengangkat keteladanan Syekh Abdul Qadir Jailani sebagai Sulthonul Auliya (Raja Para Wali) yang dikenal dengan sifat dermawannya. Salah satu amalan yang terus dilestarikan adalah tradisi memberikan makanan kepada fakir miskin selama lebih dari 800 tahun.

“Dengan mengikuti kajian Tafsir Al-Jailani hari ini, meski hanya inti sarinya, semoga kita semua bisa mendapat tetesan karomah dari beliau,” tambah Khofifah.

Khofifah juga menjelaskan bahwa Syaikh Fadhil telah menghabiskan 30 tahun untuk meneliti dan menyusun Tafsir Al-Jailani. Manuskrip asli tafsir ini ditemukan setelah lebih dari 800 tahun tersimpan di Perpustakaan Vatikan. Kini, Tafsir Al-Jailani telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia.

Khofifah menutup sambutannya dengan mengutip Surat Az-Zumar ayat 73, yang menggambarkan bagaimana orang-orang bertakwa diantar masuk ke surga secara berombongan. Ia juga mendoakan agar seluruh jamaah Muslimat NU yang aktif berkhidmat dapat menyertai rombongan ulama besar seperti Syekh Abdul Qadir Jailani dan KH Hasyim Asy’ari.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah besar dan manfaat yang meluas bagi kehidupan kita dan masyarakat,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Rois Syuriah PBNU KH Ubaidillah Ruhiyat, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Cipasung KH Acep Adang Ruhiyat, Ketua PW Muslimat NU Jawa Barat Dr. Hj. Ella M. Girikomala, MM.Pd, dan Ketua PCNU Tasikmalaya Drs. H. Atam Rustam, M.Si.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah
Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa
Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Khofifah dan Muslimat NU Jawa Barat Berguru Tafsir Al-Jailani dari Cicit Syekh Abdul Qadir Jailani

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:38 WIB

Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah

Senin, 4 Mei 2026 - 21:26 WIB

Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa

Senin, 4 Mei 2026 - 12:28 WIB

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:30 WIB

May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja

Berita Terbaru