Khofifah dan Zulhas Dorong Pelabuhan Hijau Perkuat Logistik Pangan

Rabu, 15 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan menghadiri GSPI ASRI 2026 di Dermaga C PT Petrokimia Gresik, Rabu (15/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan menghadiri GSPI ASRI 2026 di Dermaga C PT Petrokimia Gresik, Rabu (15/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung transformasi pelabuhan menuju sistem yang hijau, cerdas, efisien, dan berdaya saing. Komitmen tersebut dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok nasional sekaligus menopang target ketahanan dan swasembada pangan Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan dalam peluncuran Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026 di Dermaga C PT Petrokimia Gresik, Rabu (15/7).

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perhubungan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, serta Bupati Gresik.

Menurut Khofifah, konsep green and smart port memiliki peran strategis dalam memperlancar distribusi barang, memperkuat sistem logistik, serta menjaga kelangsungan rantai pasok di kawasan Indonesia Timur maupun nasional.

“Begitu juga swasembada pangan yang menjadi cita-cita bangsa ini akan terwujud bila didukung infrastruktur, salah satunya pelabuhan yang smart dan kompetitif,” kata Khofifah.

Ia menilai pengembangan pelabuhan berbasis teknologi dan ramah lingkungan akan memberikan dampak luas, mulai dari peningkatan efisiensi operasional hingga penguatan daya saing ekonomi nasional.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendorong operator pelabuhan di wilayahnya untuk menerapkan standar pelabuhan hijau sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor kepelabuhanan.

“Karena pelabuhan yang green dan smart akan memperlancar rantai pasok, sehingga sektor logistik akan menjadi lebih efisien,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, penerapan konsep green port dapat diwujudkan melalui pengurangan emisi karbon dengan mengoptimalkan penggunaan listrik, energi terbarukan, serta peralatan pelabuhan berbasis listrik guna menekan polusi udara.

Langkah tersebut juga didukung penggunaan lampu LED, penerapan cold ironing bagi kapal yang sedang bersandar, hingga sistem manajemen energi yang lebih hemat untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Di sisi pengelolaan lingkungan, ia menekankan pentingnya sistem pengolahan limbah yang lebih baik melalui proses daur ulang dan pemanfaatan sampah menjadi kompos sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem laut dan kawasan pesisir.

“Pengelolaan limbah yang lebih baik dengan memaksimalkan sistem daur ulang dan pengolahan sampah menjadi kompos bisa menjadi ikhtiar pelestarian ekosistem laut dan pesisir,” jelasnya.

Pada aspek smart port, Khofifah menyebut digitalisasi menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas layanan pelabuhan. Otomatisasi proses bongkar muat, sistem pelacakan kontainer secara real time, hingga layanan perizinan berbasis digital diyakini mampu memangkas waktu sekaligus biaya operasional.

Kemudahan layanan juga diperkuat melalui pembayaran non-tunai dan penerapan single window system yang mempercepat arus barang dari dan menuju pelabuhan.

Menurutnya, modernisasi tersebut akan berdampak langsung terhadap efisiensi biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di sektor maritim.

“Ini akan membutuhkan tenaga ahli di bidang tersebut, menciptakan lapangan kerja baru, mendukung rantai pasok nasional sehingga arus barang lebih lancar, harga barang lebih stabil,” terangnya.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada sistem distribusi yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara efektif.

Ia mengatakan pelabuhan merupakan simpul strategis yang menghubungkan proses produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” ujar Zulkifli Hasan.

Menurutnya, GSPI ASRI bukan sekadar ajang pemberian penghargaan, melainkan bagian dari upaya memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Program GSPI merupakan asesmen nasional yang bertujuan meningkatkan kinerja pelabuhan melalui penerapan teknologi pintar dan praktik ramah lingkungan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kelancaran logistik pangan, mendukung pengurangan emisi karbon, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan pelabuhan.

Pada penyelenggaraan GSPI ASRI 2026, indikator penilaian turut mengintegrasikan Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi Presiden dengan mengusung prinsip Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Asesmen dilakukan secara komprehensif meliputi aspek manajemen, teknis, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, digitalisasi, integrasi teknologi, sistem informasi, hingga inovasi pengelolaan pelabuhan. Proses penilaian menggunakan mekanisme self-assessment berdasarkan tingkat kesiapan masing-masing pelabuhan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.

Penilaian tersebut mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang disusun berdasarkan regulasi nasional serta praktik terbaik di tingkat internasional.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan Penghargaan Green and Smart Port 2025 kepada PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas–TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, serta Terminal Petikemas Bitung.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan fasilitas Pelabuhan Petrokimia Gresik oleh Menko Bidang Pangan bersama jajaran kementerian dan Gubernur Jawa Timur. Kunjungan tersebut memperlihatkan penerapan aspek keberlanjutan, keselamatan kerja, efisiensi operasional, serta digitalisasi yang menjadi fondasi transformasi pelabuhan menuju sistem logistik nasional yang lebih modern dan berdaya saing.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

HUT ke-22 DPD RI, Ning Lia Tekankan Pentingnya Mengawal Aspirasi Daerah ke Tingkat Nasional
Pangdam IV Diponegoro Kobarkan Semangat Kesaktian Pancasila
200+ Perusahaan Beroperasi di Tambaksawah, Pemkab Sidoarjo Dekatkan Layanan Pajak
Kendal Masuk Lima Besar Nasional, Raih Terbaik I PPD 2026
APBD 2027 dan Pariwisata 2040 Jadi Agenda Paripurna DPRD Kabupaten Blitar
Pompa Sidokare Naik Jadi 1.200 Liter per Detik, Sidoarjo Kejar Kesiapan Musim Hujan
Khofifah Imbau Warga Jatim Kibarkan Merah Putih Setengah Tiang 30 September, Penuh pada 1 Oktober
Dari Rp86,4 Miliar Pangan hingga 4.500 PPPK, Ini Titik Panas RAPBD Bondowoso 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:43

HUT ke-22 DPD RI, Ning Lia Tekankan Pentingnya Mengawal Aspirasi Daerah ke Tingkat Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:10

Pangdam IV Diponegoro Kobarkan Semangat Kesaktian Pancasila

Rabu, 30 September 2026 - 20:27

200+ Perusahaan Beroperasi di Tambaksawah, Pemkab Sidoarjo Dekatkan Layanan Pajak

Rabu, 30 September 2026 - 19:20

Kendal Masuk Lima Besar Nasional, Raih Terbaik I PPD 2026

Rabu, 30 September 2026 - 08:42

APBD 2027 dan Pariwisata 2040 Jadi Agenda Paripurna DPRD Kabupaten Blitar

Berita Terbaru