Khofifah Gulirkan Bansos Rp 4,9 Miliar untuk Warga Sidoarjo, Dorong Ekonomi dan Lindungi dari Pinjol

Sabtu, 23 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran pemerintah provinsi menyerahkan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas dan keluarga penerima manfaat di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jumat (22/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran pemerintah provinsi menyerahkan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas dan keluarga penerima manfaat di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jumat (22/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 4,9 miliar kepada masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Penyerahan berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (22/8/2025).

Khofifah menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan upaya memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat sekaligus mencegah mereka terjebak rentenir maupun pinjaman online (pinjol) ilegal. “Harapannya adalah mereka terhindar dari rente dan pinjol ilegal. Bansos ini bagian dari ikhtiar kita menjaga ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat rentan,” ujarnya.

Bansos tersebut berasal dari tiga sumber: Dinas Sosial Provinsi Jatim sebesar Rp 3,96 miliar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jatim Rp 920,5 juta, serta kontribusi BUMD Jatim Rp 25 juta. “Hari ini titik ke-27 dari 38 kabupaten/kota. Total Rp 4,9 miliar kami salurkan, dengan harapan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Khofifah.

Bantuan dari Dinas Sosial antara lain dialokasikan untuk Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus), Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan bagi buruh pabrik rokok lintas wilayah, alat bantu mobilitas untuk lansia dan penyandang disabilitas, hingga tali asih bagi pilar sosial. “Lansia rentan ini kalau tidak diintervensi mereka akan drop, sehingga ketahanan sosial dan ekonomi mereka harus dijaga,” tambahnya.

Selain itu, terdapat program baru yang diluncurkan pada April 2025, yaitu KIP Jawara untuk keluarga yang kehilangan tulang punggung ekonomi. “Yang bersifat pemberdayaan misalnya adalah KIP Jawara, karena ini mendorong ekonomi inklusif,” kata Khofifah.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa menyalurkan bantuan kepada tiga BUMDes, dua desa berdaya, dan empat desa penerima program Jatim Puspa. Adapun BUMD Jatim menyalurkan zakat produktif Rp 25 juta untuk 50 pelaku usaha ultra mikro. “Zakat produktif ini untuk PKL, penjual gorengan, penjual cendol. Mereka kita dorong agar punya tambahan modal,” jelas Khofifah.

Ernawati (42), salah satu penerima bansos ASPD, mengaku sangat terbantu. Ia merawat anak dengan disabilitas berat dan hanya mengandalkan satu sumber penghasilan keluarga. “Terima kasih Bu Khofifah atas bantuan yang diberikan, benar-benar sangat bermanfaat buat kami. Bisa dipakai untuk berobat, apalagi saya tidak bisa kerja penuh karena harus menjaga anak saya,” tuturnya.

Khofifah berharap bansos ini menjadi penguat daya tahan ekonomi warga rentan. Ia menekankan agar program ini dipahami sebagai bentuk perlindungan sosial sekaligus strategi pencegahan. “Kalau mereka sudah kita intervensi lewat bansos dan pemberdayaan, maka mereka tidak lagi punya alasan untuk mencari pinjaman dari rentenir maupun pinjol ilegal,” katanya.

Dengan penyaluran di Sidoarjo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melanjutkan komitmennya dalam program perlindungan sosial yang secara bertahap digulirkan di seluruh kabupaten/kota di

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru