Khofifah Lantik IKA UNAIR Jateng di Semarang, Dorong Pemerataan Dokter Spesialis di Daerah 4T

Minggu, 12 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melantik Pengurus Wilayah IKA UNAIR Jawa Tengah di UTC Convention Hotel, Semarang, Sabtu (11/4/2026).

Dalam pelantikan ini, Khofifah menekankan pentingnya pemerataan layanan kesehatan berkualitas, khususnya ketersediaan dokter spesialis di daerah 3T dan 4T.

Mayoritas pengurus yang dilantik berasal dari kalangan tenaga medis, terutama dokter. Khofifah menilai komposisi ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat kontribusi alumni dalam menjawab persoalan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia.

“Pendidikan kesehatan di Indonesia berkembang dari hospital based menjadi university based. Namun, ke depan pemerintah akan menambah formula hospital based tanpa mengurangi porsi university based,” ujar Khofifah.

Menurut dia, penguatan sistem pendidikan kedokteran menjadi kunci dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, terutama di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan transmigrasi (4T) yang masih minim akses layanan kesehatan.

Ia mengungkapkan, hingga kini masih terdapat daerah yang belum memiliki dokter spesialis tertentu. Kondisi ini mencerminkan ketimpangan distribusi layanan kesehatan yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Ada standar dalam mengukur indeks pembangunan manusia, salah satunya melalui distribusi layanan kesehatan berkualitas, termasuk kehadiran dokter spesialis di berbagai wilayah,” katanya.

Khofifah menegaskan, pemerataan layanan kesehatan merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan nasional. Kualitas sumber daya manusia, lanjut dia, tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga akses terhadap layanan kesehatan dan tingkat kesejahteraan.

“Ketika pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan berjalan baik, maka kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keseimbangan antara pendekatan hospital based dan university based harus terus dijaga agar mampu melahirkan tenaga medis yang kompeten sekaligus terdistribusi merata.

“Dengan keseimbangan itu, layanan kesehatan berkualitas bisa dirasakan seluruh masyarakat secara lebih adil,” kata Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Berita Terbaru