TRENGGALEK, RadarBangsa.co.id – Upaya pemulihan pascabencana tanah gerak yang melanda Kecamatan Suruh pada akhir 2024 memasuki tahap penting. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menuntaskan pembangunan hunian sementara (huntara) Kinasih Indah Persada dan meresmikannya melalui Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (4/12). Peresmian ini menandai langkah pemulihan yang lebih terarah bagi ratusan warga yang terdampak.
Kunci hunian diserahkan secara simbolis oleh Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, disaksikan langsung Gubernur Khofifah dan jajaran Forkopimda. Bagi 43 keluarga yang terdampak langsung tanah gerak, momen ini menjadi awal baru setelah hampir setahun hidup berpindah-pindah di pengungsian.
“Pembangunan huntara ini adalah kerja besar yang tidak mungkin berdiri tanpa kolaborasi. Kami ingin memastikan warga kembali memiliki tempat aman sebelum relokasi jangka panjang disiapkan,” ujar Khofifah dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa kehadiran huntara bukan sekadar penampungan sementara, melainkan ruang pemulihan yang layak dan manusiawi.
Total 38 unit huntara berukuran 7,15 x 5 meter dibangun dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemprov Jatim. Sebanyak 27 unit berada di kawasan relokasi utama, sedangkan 11 unit lainnya berdiri di lahan milik warga. “Ada sembilan unit tambahan di Desa Ngrandu, satu unit di Desa Puru, dan satu unit di Desa Pringapus. Semuanya dibangun sesuai standar keamanan pascabencana,” jelas Khofifah.
Pembangunan kawasan huntara turut dilengkapi infrastruktur pendukung. Paving jalan sepanjang 117 meter diselesaikan Pemprov Jatim, sementara Pemkab Trenggalek menambah 52 meter. BPBD menyiapkan pembangunan drainase dan tembok penahan pada 2026 sebagai langkah mitigasi lanjutan. Sementara Dinas PU Bina Marga Jatim turut menyalurkan 250 drum aspal untuk memperbaiki akses jalan kawasan.
Dukungan listrik juga menjadi perhatian. PT PLN menyiapkan jaringan tiang, sementara instalasi dikerjakan swadaya masyarakat. Setiap unit mendapatkan listrik 900 Watt. Pemprov Jatim turut menyalurkan 40 paket bantuan berisi sembako, perlengkapan darurat, kompor, selimut terpal, perlengkapan makan, family kit, kids ware hingga LPG 3 kg untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
“Yang kita bangun bukan hanya tempat tinggal, tapi ekosistem pemulihan. Kami berharap warga bisa segera menata kembali kehidupan mereka,” ungkap Khofifah. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di Jawa Timur yang berada di kawasan ring of fire. “Mitigasi adalah kerja berkelanjutan,” tegasnya.
Selepas peresmian huntara, Khofifah juga meresmikan Masjid Ikhlas Bakti yang didirikan melalui donasi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka dan BAZNAS Trenggalek. Keberadaan masjid menjadi pusat sosial baru bagi warga huntara. Selain itu, kawasan relokasi juga diperkuat fasilitas ekonomi melalui kandang komunal berisi puluhan kambing. “Siklus pemeliharaan kambing cepat. Ini bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi warga,” kata Khofifah.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi. Ia menilai kehadiran huntara dan perbaikan infrastruktur sangat membantu pemulihan warga. “Terima kasih kepada Ibu Gubernur dan seluruh jajaran. Bantuan aspal, kebutuhan pokok, serta fasilitas komunal sangat dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Pemkab Trenggalek juga memberikan dukungan ekonomi berupa 30 ekor kambing untuk dikelola warga secara bergilir. “Kami ingin pemulihan tidak hanya berhenti pada bangunan, tetapi juga membuka ruang pendapatan baru,” katanya.
Bagi warga, huntara ini menjadi simbol harapan. Beberapa di antara mereka mengaku akhirnya bisa tidur tenang setelah berbulan-bulan hidup di tempat pengungsian. “Rumah ini memang sementara, tapi sangat berarti bagi keluarga kami,” tutur Rudi, salah satu warga.
Dengan diresmikannya Huntara Kinasih Indah Persada, kawasan terdampak tanah gerak di Suruh kini memasuki fase pemulihan yang lebih stabil. Pemerintah memastikan pendampingan terus berlanjut hingga warga benar-benar mampu membangun kehidupan baru yang mandiri dan aman.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








