Khofifah: Pendidikan Jatim Kian Unggul, 7 Tahun Berturut-turut Rajai PTN Nasional

Rabu, 3 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur kembali menunjukkan dominasinya di dunia pendidikan nasional. Bukan hanya unggul satu tahun, provinsi ini berhasil mempertahankan posisi sebagai daerah dengan jumlah murid terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) selama tujuh tahun berturut-turut melalui jalur prestasi maupun jalur tes.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kualitas pendidikan di Jawa Timur terus bergerak naik, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi ribuan pelajar untuk mengakses pendidikan tinggi dan meningkatkan masa depan mereka.

Data Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026 mencatat sebanyak 29.046 murid asal Jawa Timur diterima di PTN dari total 108.122 pendaftar. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional, melampaui Jawa Barat dengan 18.365 murid dan Jawa Tengah sebanyak 16.326 murid.

Keunggulan itu berlanjut pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026. Berdasarkan rekapitulasi Dinas Pendidikan Jawa Timur hingga 31 Mei 2026 pukul 15.00 WIB, sebanyak 24.213 murid berhasil lolos masuk PTN.

Angka tersebut naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 20.189 murid. Artinya, terjadi kenaikan 4.024 murid atau sekitar 19,9 persen dalam satu tahun.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata meningkatnya kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, kita bersyukur karena Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Tidak hanya menjadi provinsi dengan jumlah murid terbanyak diterima melalui SNBP Tahun 2026, tetapi juga kembali menjadi provinsi dengan jumlah murid terbanyak yang lolos SNBT,” ujar Khofifah, Rabu (3/6).

Menurutnya, konsistensi selama tujuh tahun berturut-turut bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil dari kerja panjang berbagai pihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat.

> “Dengan capaian ini, Jawa Timur mempertahankan posisi tertinggi nasional selama tujuh tahun berturut-turut, baik melalui jalur tanpa tes maupun jalur tes,” tegasnya.

Tak hanya unggul dari sisi jumlah penerimaan, Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang lolos SNBP terbanyak di Indonesia.

Dari 40.213 pendaftar KIP-K asal Jawa Timur, sebanyak 8.915 murid berhasil diterima di PTN. Jumlah tersebut melampaui Sumatera Utara yang mencatatkan 6.275 murid, Jawa Barat 5.572 murid, Aceh 5.139 murid, serta Jawa Tengah 4.778 murid.

Bagi ribuan keluarga berpenghasilan rendah, capaian ini menjadi kabar penting. Sebab, akses menuju perguruan tinggi kini semakin terbuka meski terkendala faktor ekonomi.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Jawa Timur semakin terbuka. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memastikan tidak ada anak Jawa Timur yang kehilangan kesempatan meraih pendidikan tinggi karena keterbatasan ekonomi,” kata Khofifah.

Di tingkat daerah, sejumlah wilayah mencatat lonjakan yang cukup mencolok. Wilayah Cabang Dinas Pendidikan Sidoarjo menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan peningkatan mencapai 100,8 persen.

Jumlah murid yang lolos SNBT di wilayah tersebut melonjak dari 2.265 murid pada 2025 menjadi 4.548 murid pada 2026. Kenaikan ini menjadi salah satu yang paling menonjol di Jawa Timur.

Sementara itu, wilayah Madura juga mencuri perhatian. Pamekasan mengalami kenaikan 33,02 persen, Bangkalan 15,5 persen, Sumenep 10 persen, dan Sampang 8,5 persen.

Khofifah menilai hasil tersebut menunjukkan mulai terlihatnya dampak penguatan sektor pendidikan melalui program MAMA MAU NAIK KELAS atau Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas.

“Capaian Madura tahun ini cukup luar biasa. Ini menunjukkan bahwa penguatan pendidikan melalui program MAMA MAU NAIK KELAS mulai menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan akses murid masuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya.

Selain Madura, sejumlah daerah lain juga mencatat peningkatan menggembirakan. Gresik naik 26,6 persen, Bondowoso 25,6 persen, Kabupaten Pasuruan 24,8 persen, Lamongan 17,13 persen, Kabupaten Malang 16,91 persen, Jember 13,3 persen, dan Bojonegoro 10,12 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya daya saing generasi muda Jawa Timur dalam memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri.

“Semakin banyak anak Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri, maka semakin besar peluang kita mencetak SDM unggul, kompetitif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan
MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah
Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:49

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Rabu, 4 November 2026 - 12:55

Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Berita Terbaru