Khofifah Tegaskan Komitmen Transportasi Massal Terpadu, Gandeng Inggris Percepat Kereta Perkotaan Surabaya

Jumat, 25 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa berdiskusi dengan perwakilan UK Embassy dan jajaran perangkat daerah dalam pembahasan proyek kereta perkotaan di wilayah Aglomerasi Surabaya, Jumat (25/7/2025). (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa berdiskusi dengan perwakilan UK Embassy dan jajaran perangkat daerah dalam pembahasan proyek kereta perkotaan di wilayah Aglomerasi Surabaya, Jumat (25/7/2025). (Foto: Humas Pemprov Jatim)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempercepat pembangunan transportasi massal kembali dikuatkan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat penting bersama delegasi dari UK Embassy Jakarta di Gedung Negara Grahadi, Jumat (25/7), membahas proyek pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan di kawasan aglomerasi Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menegaskan kesiapan Jawa Timur untuk bersinergi dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri, guna mewujudkan konektivitas antarwilayah yang lebih baik. Menurutnya, keberadaan moda transportasi modern seperti kereta perkotaan akan menjadi solusi atas persoalan klasik di wilayah perkotaan, terutama kemacetan yang kerap terjadi di kawasan padat seperti Surabaya, Sidoarjo, dan daerah penyangga lain.

“Kami siap membangun sinergi yang kuat dengan semua pihak, mulai dari Kementerian Perhubungan, Bappenas, hingga pemerintah kabupaten/kota dan mitra luar negeri seperti UK Embassy,” ungkap Khofifah kepada media. “Intinya kita ingin membangun sistem mobilitas yang efisien dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan ini sejalan dengan misi Nawa Bhakti Satya, khususnya dalam pilar Jatim Akses, yang menjadi prioritas Pemprov Jatim dalam memperluas aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi publik. Terlebih, rencana kereta perkotaan tersebut juga diharapkan dapat terhubung dengan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL), proyek strategis nasional yang dijadwalkan mulai dibangun pada 2027 dan merupakan hasil kerja sama dengan KfW Development Bank asal Jerman.

“Saat ini kami sedang mencari titik temu antara proyek SRRL dan inisiatif dari UK Embassy. Integrasi keduanya sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih, dan manfaatnya bisa lebih besar bagi masyarakat,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, pengembangan rute baru kereta perkotaan dari mitra Inggris juga membuka peluang integrasi langsung menuju Bandara Internasional Juanda, yang selama ini menjadi simpul transportasi udara utama di Jatim.
“Bayangkan jika masyarakat bisa langsung naik kereta dari pusat kota menuju bandara tanpa perlu transit, itu akan sangat memudahkan,” jelasnya.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Erlin Puspitasari, East Java Regional Outreach Manager dari UK Embassy Jakarta. Ia menyampaikan bahwa pihaknya dalam setahun terakhir telah melakukan kajian awal terkait kelayakan proyek ini.

“Kami ingin proyek ini menjadi kontribusi Inggris dalam mendukung pembangunan publik di Jawa Timur, terutama di sektor transportasi berkelanjutan,” ungkap Erlin.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, turut menjelaskan perbedaan antara proyek SRRL dan rencana dari UK Embassy. Jika SRRL menghubungkan Gubeng, Wonokromo, hingga Sidoarjo, maka kereta perkotaan versi Inggris akan berbasis Light Rail Transit (LRT) dengan jalur utama dari Stasiun Waru hingga Juanda.

“Harapannya, masyarakat bisa beralih dari moda transportasi darat seperti bus ke kereta yang lebih cepat dan nyaman,” ujar Nyono.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah, termasuk Pemkot Surabaya dan Pemkab Sidoarjo, agar rencana pengembangan ini bisa segera terealisasi. “Segera lanjutkan koordinasi teknis di lapangan. Kami ingin perencanaan ini bisa diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tegasnya.

Di akhir pertemuan, Khofifah berharap bahwa Jawa Timur, termasuk daerah penyangga seperti Lamongan, dapat segera menikmati manfaat dari sistem transportasi modern yang aman, terintegrasi, dan efisien.

“Jangan hanya Surabaya dan Sidoarjo, Lamongan dan daerah penyangga lainnya juga harus terkoneksi. Ini soal masa depan mobilitas Jawa Timur,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru