Khofifah Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Jatim, Misi Dagang Catat Rp 460,7 Miliar

- Redaksi

Rabu, 23 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim ke Maluku (hms)

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim ke Maluku (hms)

MALUKU TENGAH, RadarBangsa.co.id – Di tengah tantangan perlambatan ekonomi global, sektor perdagangan Jawa Timur tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Misi Dagang Provinsi Jawa Timur ke Provinsi Maluku yang digelar di The Natsepa Resort & Conference Center, Maluku Tengah, Rabu (23/4/2025). Dalam acara ini, tercatat transaksi final mencapai Rp 460.751.014.000, menunjukkan potensi perdagangan yang luar biasa di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.

Misi Dagang ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkokoh posisinya sebagai pusat ekonomi strategis di Indonesia Timur. “Misi Dagang ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kerja sama antara daerah, khususnya antara Jawa Timur dan Maluku, dalam menghadapi perlambatan ekonomi global,” ujar Gubernur Khofifah.

Menurutnya, Misi Dagang bukan hanya sekedar transaksi dagang atau investasi, tetapi juga sebuah pertemuan antar budaya dan tradisi yang mempererat hubungan antar provinsi. “Kami fasilitasi pertemuan antara trader dan buyer, para pelaku usaha dari Jawa Timur dan Maluku, dengan tujuan menyebarluaskan potensi produk-produk industri, perdagangan, perikanan, agribisnis, serta peluang investasi lainnya,” kata Khofifah.

Transaksi yang tercatat pada Misi Dagang kali ini melibatkan sejumlah komoditi unggulan dari kedua provinsi, seperti hasil perikanan, produk tembakau, telur ayam, produk olahan ayam, beras, pakan unggas, kelapa bulat, kayu log, produk makanan ringan, dan hasil hutan kayu bulat. Gubernur Khofifah menambahkan bahwa transaksi ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan, bahkan dua kali lipat dibandingkan dengan yang tercatat pada Desember 2021. “Ini menunjukkan bahwa kerja sama perdagangan antar wilayah terus berkembang dan akan terus berlanjut setelah acara ini ditutup,” katanya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur merupakan kontributor ekonomi tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta, dengan kontribusi sebesar 14,39 persen terhadap PDB Indonesia. Pada Triwulan IV-2024, ekonomi Jawa Timur tumbuh positif sebesar 5,03 persen (y-on-y) dengan total PDRB ADHB sebesar 802,45 triliun rupiah.

Jawa Timur juga tercatat sebagai provinsi dengan surplus neraca perdagangan terbesar di Indonesia, yaitu mencapai Rp 209 triliun pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan antar wilayah sangat penting untuk perekonomian Jawa Timur. “Peran kerjasama antar provinsi sangat vital dalam mendukung perekonomian Jawa Timur,” kata Khofifah, sembari menambahkan bahwa berdasarkan data perdagangan antar wilayah, total nilai perdagangan antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Maluku pada tahun 2023 mencapai Rp 3,01 triliun. Meskipun terjadi defisit sebesar Rp 310 miliar dalam neraca perdagangan, namun potensi perdagangan tetap menunjukkan hasil yang positif.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga menekankan bahwa Misi Dagang kali ini bukan hanya tentang perdagangan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan di bidang sosial, budaya, dan pendidikan. “Kami berharap dapat membuka peluang baru, meningkatkan volume perdagangan, serta memperkuat jaringan bisnis antara Jawa Timur dan Maluku,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan niat untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, khususnya untuk SMA Taruna yang ada di Jawa Timur. “Kami berharap Pemprov Maluku dapat mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk menimba ilmu di SMA Taruna di Jawa Timur,” jelasnya. Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa Jawa Timur memiliki enam SMA Taruna berbasis boarding school yang bekerja sama dengan TNI, Polri, dan IPDN, yang dapat memberikan kesempatan bagi siswa dari Maluku untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi atas pelaksanaan Misi Dagang ini dan menekankan pentingnya kolaborasi jangka panjang antara Maluku dan Jawa Timur. “Misi Dagang dan inovasi ini adalah bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi daerah yang saling menopang. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan dari Maluku dan Jawa Timur untuk menjadikan momentum ini sebagai awal dari kerjasama yang saling menguntungkan,” kata Lewerissa.

Dalam acara tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Maluku, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara 10 Perangkat Daerah, BUMD, dan beberapa pelaku usaha dari kedua provinsi. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memperkuat kerjasama dan menciptakan dampak positif bagi pembangunan kedua daerah.

Gubernur Khofifah juga menekankan bahwa kolaborasi antara Jawa Timur dan Maluku sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia. “Jika stabilitas, kondusifitas, dan produktivitas terjaga, maka itu akan menjadi jaminan bagi para investor untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia,” katanya.

Dengan adanya Misi Dagang ini, diharapkan akan terbuka peluang baru yang dapat meningkatkan kualitas perekonomian, serta menciptakan sinergi yang berkelanjutan antara kedua provinsi, baik dalam sektor perdagangan, industri, hingga pendidikan dan budaya.

Dengan penutupan yang penuh harapan dan semangat kerjasama, Misi Dagang Provinsi Jawa Timur ke Provinsi Maluku ini diharapkan dapat menjadi pintu gerbang bagi pembangunan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan di kedua provinsi. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Maluku, “Sistem kerjasama yang produktif dan berkelanjutan, satu komoditi bisa memberi nilai, tapi kolaborasi bisa menciptakan masa depan.”

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku, Ketua DPRD Jawa Timur, Wakil Ketua DPRD Maluku, serta Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, yang semuanya menyatakan komitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi dan sosial antara kedua provinsi.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru