Kotak Pulang Kampung ke Banyuwangi, Konser Harjaba Jadi Ajang Reuni dan Aksi Kemanusiaan

Selasa, 23 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Band Kotak menghibur ribuan penonton saat konser kemanusiaan Harjaba ke-254 di Gesibu Blambangan, Banyuwangi. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Band Kotak menghibur ribuan penonton saat konser kemanusiaan Harjaba ke-254 di Gesibu Blambangan, Banyuwangi. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Band Kotak menjadikan konser kemanusiaan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254 sebagai momentum yang lebih dari sekadar penampilan panggung. Grup rock yang digawangi Tantri Syalindri Ichlasari (vokal), Mario Marcella Handika Putra alias Cella (gitar), dan Swasti Sabdastantri atau Chua (bass) itu memanfaatkan kehadirannya untuk kembali mengenal Banyuwangi sekaligus berbagi kepedulian sosial.

Tampil di panggung Gesibu Blambangan, Sabtu malam (20/12/2025), Kotak datang bersama anggota keluarga besar mereka, termasuk anak-anak. Kehadiran keluarga menandai kedekatan emosional band ini dengan Banyuwangi, daerah asal Cella.

“Hari ini spesial karena kami datang ke Banyuwangi sambil membawa keluarga besar, termasuk anak-anak. Kami berencana mengeksplor Banyuwangi dua sampai tiga hari ke depan,” kata Tantri di sela konser.

Menurut Tantri, ketertarikan Kotak terhadap Banyuwangi sudah lama terbangun, terutama lewat paparan keindahan daerah tersebut di media sosial. “Saya sering melihat FYP yang menampilkan Banyuwangi itu indah. Sampai saya bercanda, kenapa vokalis Kotak belum pernah diajak ke sini oleh gitarisnya,” ujarnya.

Bagi Cella, tampil di Banyuwangi memiliki makna personal karena menjadi momen pulang kampung. Sementara bagi Kotak secara keseluruhan, konser ini sekaligus menjadi ajang reuni setelah penantian panjang.

“Terakhir kami tampil di Banyuwangi sekitar 15 tahun lalu. Akhirnya Kotak bisa kembali. Banyuwangi selalu punya cerita dan kesan baik untuk kami,” tutur Tantri.

Tak hanya membawa hiburan, Kotak juga menegaskan komitmen kemanusiaan. Sebagian honor penampilan mereka disumbangkan untuk membantu korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini menegaskan bahwa musik tetap relevan sebagai medium solidaritas sosial, terutama di tengah situasi kebencanaan yang masih terjadi di berbagai daerah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru