Langgar Jam Operasional, Lima Toko Modern di Lamongan Kena Tegur Satpol PP

Kamis, 26 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Satpol PP Lamongan pantau aktivitas minimarket di wilayah Karang Langit, pastikan jam operasional sesuai aturan. | Dok Foto Ho/RadarBangsa

Satpol PP Lamongan pantau aktivitas minimarket di wilayah Karang Langit, pastikan jam operasional sesuai aturan. | Dok Foto Ho/RadarBangsa

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan melakukan tindakan tegas terhadap sejumlah toko modern yang melanggar aturan jam operasional. Penertiban dilakukan melalui razia pada Selasa (24/6/2025) malam, mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2012 tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern di Kabupaten Lamongan.

Dalam operasi tersebut, Satpol PP menyasar tiga wilayah, yakni Kecamatan Lamongan, Kecamatan Deket, dan Kecamatan Sukodadi. Hasilnya, ditemukan lima toko modern yang tetap beroperasi melebihi batas waktu yang ditetapkan dalam aturan.

Beberapa toko yang tercatat melanggar antara lain, Alfamidi di Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Sukomulyo.Indomaret di Jalan Lamongrejo, Kelurahan Sidokumpul.Indomaret di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Karanglangit, Kecamatan Lamongan.Indomaret di Jalan Deket Kulo, Desa Deket, Kecamatan Deket.Indomaret di Jalan Raya Lamongan–Babat, Desa Sumlaran, Kecamatan Sukodadi.

Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan (Binwasluh) Satpol PP Lamongan, Puput Wisnu Pamungkas, mengatakan pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap lima toko tersebut untuk diberikan peringatan.

“Kami melakukan pemanggilan terhadap lima minimarket yang melanggar jam operasional, mengacu pada Perda Nomor 6 Tahun 2012 tentang penataan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern di Lamongan,” ujar Puput, Rabu (25/6/2025).

Menurut Puput, sebelumnya pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh toko modern terkait aturan jam operasional. Namun, pelanggaran masih ditemukan, sehingga dilakukan penertiban.

“Untuk saat ini, masih sebatas teguran lisan. Belum sampai pada surat teguran kedua. Namun akan kami pantau terus, dan jika masih ada yang melanggar, tentu akan ada tindakan lanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan di wilayah dalam kota, tetapi juga di sejumlah kecamatan lain. Penertiban ini bertujuan untuk menegakkan aturan dan menjaga keseimbangan usaha antara pasar modern dan pasar tradisional.

“Penegakan ini kami lakukan demi menjaga ketertiban dan keadilan usaha, serta memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi peraturan daerah yang berlaku,” pungkas Puput.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru