Lebaran 2026, Bupati Jember Siagakan Nakes di Wisata Padat

Sabtu, 21 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Menjelang libur Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Jember memperketat pengamanan kesehatan di sejumlah destinasi wisata. Bupati Jember, Gus Fawait, menginstruksikan puskesmas dan ambulans siaga di titik keramaian guna mengantisipasi lonjakan wisatawan.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk memastikan keselamatan pengunjung di tengah potensi kepadatan yang diprediksi meningkat signifikan selama masa liburan panjang.

Instruksi tersebut ditujukan kepada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana agar seluruh puskesmas, khususnya di kawasan wisata, berada dalam kondisi siaga penuh. Penyiagaan meliputi ketersediaan ambulans serta tenaga kesehatan (nakes) di lokasi strategis.

Kepala Dinas Kesehatan Jember, Muhammad Zamroni, menyebut pihaknya telah memetakan sembilan titik prioritas pengamanan kesehatan. Penempatan personel medis dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 29 Maret 2026.

Sejumlah lokasi yang menjadi fokus antara lain Alun-alun Jember, kawasan Puger, Pantai Watu Ulo, hingga Pantai Papuma. Titik-titik tersebut dinilai berpotensi mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.

Pemerintah daerah juga memastikan kesiapan armada ambulans di setiap lokasi guna mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat, baik kecelakaan maupun gangguan kesehatan wisatawan.

“Saya minta puskesmas, khususnya di wilayah wisata, bersiap siaga terkait ambulans apabila dibutuhkan,” ujar Gus Fawait, Jumat (20/3/2026).

“Penyiagaan personel medis ini berlangsung mulai 13 hingga 29 Maret 2026 di sembilan titik strategis,” kata Zamroni.

Kebijakan siaga kesehatan ini menjadi respons atas meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran, terutama di destinasi wisata favorit. Tanpa kesiapan layanan medis, risiko penanganan darurat yang lambat dapat berdampak fatal bagi pengunjung.

Kehadiran nakes dan ambulans di lokasi wisata diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan wisatawan.

Gus Fawait menegaskan tidak boleh ada titik wisata tanpa dukungan medis. “Terutama Papuma dan Watu Ulo yang berpotensi membludak, harus dipastikan tenaga medis dan ambulans standby,” pungkasnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Berita Terbaru