Lonjakan Kasus HIV di Jatim, Senator DPD RI Lia Istifhama Serukan Akhiri Stigma

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator Lia Istifhama. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator Lia Istifhama. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia pada 1 Desember kembali menjadi pengingat serius bagi Jawa Timur yang tahun ini mencatat lonjakan kasus tertinggi secara nasional. Senator DPD RI asal Jatim, Lia Istifhama, menegaskan bahwa upaya pengendalian HIV tidak cukup bertumpu pada angka dan pelaporan medis, tetapi membutuhkan keterlibatan sosial yang lebih luas, terutama dalam menghapus stigma yang masih kuat di masyarakat.

Data Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jatim 2025 mencatat 65.238 orang hidup dengan HIV di provinsi ini. Dalam tiga bulan pertama tahun 2025 saja, kasus baru mencapai 2.599. Surabaya menjadi daerah dengan beban tertinggi, yakni 368 kasus menurut data terbaru Badan Pusat Statistik. Meski terjadi penurunan pada periode sebelumnya, tren tersebut tetap menunjukkan bahwa risiko penularan masih tinggi.

Lia menilai stigma menjadi penghalang terbesar dalam penanggulangan HIV. Banyak ODHA menghindari pemeriksaan karena kekhawatiran dikucilkan. Kondisi ini membuat deteksi dini terhambat dan meningkatkan risiko penularan. “HIV bukan akhir dari masa depan seseorang. Yang harus kita perangi adalah diskriminasi dan ketidaktahuan. Masyarakat perlu melihat ODHA sebagai bagian dari kita yang berhak mendapatkan dukungan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa edukasi publik harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum Hari HIV/AIDS. “Selama masyarakat masih salah memahami cara penularan, maka stigma akan terus bertahan. Kita perlu memastikan informasi yang benar menjangkau keluarga, sekolah, hingga lingkungan kerja,” katanya.

Sejumlah poin edukasi kembali disorot: HIV tidak menular melalui sentuhan, pelukan, makan bersama, atau berada di ruangan yang sama dengan ODHA; terapi ARV memungkinkan ODHA hidup normal dan produktif; dan deteksi dini terbukti menyelamatkan hidup serta mencegah penularan lebih luas.

Lia berharap peringatan tahun ini mendorong partisipasi publik yang lebih kuat. “Semua pihak punya peran. Dengan memberikan ruang yang aman bagi ODHA, kita sedang membangun masyarakat yang lebih manusiawi dan mempercepat upaya menekan penularan HIV di Jawa Timur,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru