Lorong Bambu Jadi Catwalk Mini, Anak-Anak Banyuwangi Tampil Memukau di Batik Festival

Sabtu, 18 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak tampil percaya diri membawakan busana batik bermotif “Wader Kesit” dalam ajang Fashion Lorong Bambu, bagian dari rangkaian Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2025 di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Jumat (17/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anak-anak tampil percaya diri membawakan busana batik bermotif “Wader Kesit” dalam ajang Fashion Lorong Bambu, bagian dari rangkaian Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2025 di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Jumat (17/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Suasana sore di Lorong Bambu, Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Jumat (17/10/2025), berubah semarak. Puluhan anak dari usia PAUD hingga SMA melenggok di atas catwalk alami dari bambu dalam ajang Fashion Lorong Bambu, bagian dari rangkaian Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2025.

Festival yang digelar rutin oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan batik khas daerah, sekaligus mengasah kreativitas generasi muda. Tahun ini, BBF juga berkolaborasi dengan Bulan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, menghadirkan sinergi antara budaya dan literasi keuangan.

Dengan percaya diri, para peserta kecil menampilkan busana batik kasual bermotif “Wader Kesit”, hasil rancangan desainer lokal maupun kreasi orang tua mereka. Jeselin (4), salah satu peserta termuda, sukses mencuri perhatian dan meraih juara kedua kategori PAUD–TK.

“Tidak takut. Senang bisa tampil fashion show di sini,” ucap Jeselin polos.

Sang ibu, Bella Donna, mengaku bangga atas kesempatan yang diberikan untuk anak-anak berkreasi.
“Banyuwangi banyak memberi wadah agar anak-anak bisa menampilkan talentanya. Baru empat bulan belajar modeling, Jeselin sudah berani tampil. Semoga ajang seperti ini terus ada,” katanya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa BBF bukan sekadar perayaan seni, melainkan bentuk nyata pemberdayaan pelaku industri batik daerah.
“Kegiatan ini bagian dari upaya kita menantang para pengrajin dan desainer lokal menciptakan inovasi. Banyuwangi kaya akan motif batik kuno, dan festival ini cara kita menjaga sekaligus memperbaruinya,” ujar Ipuk.

Sejak pertama kali digelar pada 2013, BBF telah menampilkan beragam motif klasik seperti Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Kopi Pecah, hingga Sekar Jagad Blambangan. Tahun ini, motif “Wader Kesit” dipilih karena melambangkan semangat masyarakat Banyuwangi yang gesit dan adaptif.
“Seperti ikan wader yang lincah di sungai, masyarakat Banyuwangi juga tangguh dan cepat beradaptasi,” jelas Fitria, Ketua Asosiasi Batik Sekar Jagad Banyuwangi.

Atraksi anak-anak di Lorong Bambu tak hanya memikat warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Mathieu, turis asal Prancis, mengaku terkesan.
“Bagus sekali. Anak-anak terlihat natural dan percaya diri memakai batik,” katanya sambil tersenyum.

Selain Fashion Lorong Bambu, BBF 2025 juga diramaikan lomba mewarnai, kegiatan mencanting, dan puncaknya peragaan busana karya desainer Banyuwangi yang akan digelar Sabtu malam (18/10/2025).

Festival batik yang tumbuh bersama masyarakat ini kembali menegaskan satu hal: Batik Banyuwangi bukan sekadar kain, tetapi cermin jiwa dan kreativitas daerah yang tak pernah pudar.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru