Majelis Dzikir SQA Doakan Monumen Reog Ponorogo Jadi Ikon Dunia dan Pembawa Berkah

Selasa, 7 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Monumen Reog Ponorogo  (Dok foto Istimewa)

Monumen Reog Ponorogo (Dok foto Istimewa)

PONOROGO, RadarBangsa.co.id – Doa dan dukungan mengalir untuk penyelesaian Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Majelis Dzikir Surau Qutubul Amin (SQA) mendoakan agar proyek raksasa kebanggaan daerah itu segera rampung dan menjadi ikon budaya yang dikenal di tingkat dunia.

Ketua Majelis Silaturahmi SQA, H. Suroso Surya Atmadja, mengatakan bahwa pembangunan monumen tertinggi di Indonesia itu menjadi bukti nyata cinta terhadap warisan budaya. “Kita patut bersyukur, kesenian tradisional Reog sudah diakui dunia lewat UNESCO. Maka, mendukung pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban Ponorogo adalah wujud kecintaan kita terhadap bangsa,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Ucapan itu disampaikan saat Suroso mendampingi Pembina Yayasan SQA, Ibunda Hj. Dra. Erlina KY, dalam kunjungan langsung ke lokasi pembangunan di Kecamatan Sampung, Minggu (5/10/2025). Rombongan SQA juga didampingi Irjen Pol (Purn) Istiono dan Brigjen Pol Eko Nugrohadi dari Mabes Polri.

Monumen yang dibangun di atas lahan 29 hektar itu berdiri megah di perbukitan kapur perbatasan Ponorogo–Magetan. Dengan tinggi mencapai 126 meter, monumen ini bahkan melampaui Garuda Wisnu Kencana di Bali yang setinggi 121 meter.

Ibunda Hj. Erlina KY, yang juga istri Guru Besar Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah, Prof. Dr. H. Kadirun Yahya Muhammad Amin Al Khalidi, MSc, menilai pembangunan monumen tersebut sebagai karya monumental bernilai spiritual dan historis. Ia menghabiskan hampir dua jam meninjau konstruksi dan menilai proyek ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang kebudayaan Nusantara sejak masa akhir Kerajaan Majapahit abad ke-15.

“Beliau mengapresiasi dan berharap monumen ini menjadi karya seni mendunia, bukan hanya kebanggaan Ponorogo, tapi juga kebanggaan bangsa Indonesia,” kata Suroso.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, yang turut mendampingi rombongan, mengaku bersyukur atas doa dan dukungan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama sudah mencapai tahap akhir. “Kami sangat berterima kasih atas doa Ibunda Erlina dan Majelis Dzikir SQA. Semoga Monumen Reog ini membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Sugiri.

Menurut Sugiri, selain menjadi simbol budaya, proyek MRMP juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru. “Harapan kami, monumen ini dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru dan menyejahterakan rakyat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, pengakuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO pada 23 Desember 2024 menjadi tonggak penting kebangkitan budaya lokal. Setelah tahap pertama rampung, Pemkab Ponorogo akan melanjutkan pembangunan tahap kedua pada tahun anggaran 2026, termasuk digitalisasi museum dan penataan dinding relief yang menceritakan peradaban Reog.

“Ponorogo semakin yakin bisa dikenal dunia melalui karya budaya dan doa yang tulus dari seluruh masyarakat,” ujar Sugiri, menutup pernyataannya penuh optimisme.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru