Malang Siapkan Strategi Stabilkan Harga Pangan Jelang Nataru

Kamis, 11 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib memimpin rapat TPID memastikan pasokan pangan aman jelang Nataru 2025-2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wabup Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib memimpin rapat TPID memastikan pasokan pangan aman jelang Nataru 2025-2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MALANG, RadarBangsa.co.id – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Malang memperkuat upaya pengendalian harga dan stok pangan melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Kegiatan berlangsung Rabu (10/12) pagi di Ruang Rapat Anusapati, Jl. Merdeka Timur No. 3, Malang, dipimpin Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib mewakili Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M.

Hadir dalam forum tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Malang, anggota TPID, Kepala BPS Kabupaten Malang, Perum Bulog Sub Divisi Regional Malang, PT. Pertamina TBBM Malang, KPPN Malang, DPC Hiswana Migas, dan perwakilan Kamar Dagang dan Industri.

Mengawali pertemuan, Wabup Malang mengajak peserta untuk mendoakan masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. “Sebagai bangsa, duka mereka adalah duka kita bersama,” ujarnya.

Laporan BPS menunjukkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Malang meningkat dari 0,40 pada minggu ketiga November menjadi 0,52 pada minggu keempat, mencerminkan tekanan harga pada komoditas pangan menjelang libur panjang. “Meski inflasi masih terkendali dibanding nasional dan Jawa Timur, kewaspadaan tetap diperlukan. Kenaikan harga pangan bisa menekan daya beli dan menimbulkan keresahan masyarakat,” jelas Wabup.

HLM menjadi momen strategis memastikan pasokan pangan tersedia dan harga tetap terjangkau. Proyeksi neraca pangan 2025 menunjukkan komoditas strategis seperti daging ayam, telur, bawang merah, cabai, dan minyak goreng aman. Stok beras, jagung, dan gula juga mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Malang.

Wabup Lathifah memberi apresiasi kepada TPID atas berbagai langkah nyata, mulai dari monitoring harga dan stok di 21 pasar rakyat, sidak distribusi bapokting, Gerakan Pangan Murah, penguatan distribusi MinyaKita, hingga penanaman jagung serentak, panen raya, dan penyediaan sarpras pertanian. “Pengendalian inflasi bukan sekadar angka, tetapi kerja besar melindungi kesejahteraan masyarakat dan memastikan stabilitas sosial,” tuturnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru