MALANG, RadarBangsa.co.id – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Malang memperkuat upaya pengendalian harga dan stok pangan melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Kegiatan berlangsung Rabu (10/12) pagi di Ruang Rapat Anusapati, Jl. Merdeka Timur No. 3, Malang, dipimpin Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib mewakili Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M.
Hadir dalam forum tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Malang, anggota TPID, Kepala BPS Kabupaten Malang, Perum Bulog Sub Divisi Regional Malang, PT. Pertamina TBBM Malang, KPPN Malang, DPC Hiswana Migas, dan perwakilan Kamar Dagang dan Industri.
Mengawali pertemuan, Wabup Malang mengajak peserta untuk mendoakan masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. “Sebagai bangsa, duka mereka adalah duka kita bersama,” ujarnya.
Laporan BPS menunjukkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Malang meningkat dari 0,40 pada minggu ketiga November menjadi 0,52 pada minggu keempat, mencerminkan tekanan harga pada komoditas pangan menjelang libur panjang. “Meski inflasi masih terkendali dibanding nasional dan Jawa Timur, kewaspadaan tetap diperlukan. Kenaikan harga pangan bisa menekan daya beli dan menimbulkan keresahan masyarakat,” jelas Wabup.
HLM menjadi momen strategis memastikan pasokan pangan tersedia dan harga tetap terjangkau. Proyeksi neraca pangan 2025 menunjukkan komoditas strategis seperti daging ayam, telur, bawang merah, cabai, dan minyak goreng aman. Stok beras, jagung, dan gula juga mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Malang.
Wabup Lathifah memberi apresiasi kepada TPID atas berbagai langkah nyata, mulai dari monitoring harga dan stok di 21 pasar rakyat, sidak distribusi bapokting, Gerakan Pangan Murah, penguatan distribusi MinyaKita, hingga penanaman jagung serentak, panen raya, dan penyediaan sarpras pertanian. “Pengendalian inflasi bukan sekadar angka, tetapi kerja besar melindungi kesejahteraan masyarakat dan memastikan stabilitas sosial,” tuturnya.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








