Massa aksi tak gentar, tetap bertahan tuntut pencabutan UU TNI di dekat DPRD Jateng

- Redaksi

Kamis, 20 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Aliansi massa BEM se-Semarang Raya yang menggelar aksi menuntut pencabutan UU TNI masih bertahan di sekitar gedung DPRD Jawa Tengah hingga petang ini, Kamis (20/3/2025). Aksi yang semula berlangsung damai mulai memanas setelah massa berusaha masuk ke dalam kompleks DPRD Jateng.

Pantauan di lokasi, massa yang awalnya berdemo di Jalan Pahlawan berhasil membuka gerbang dan memasuki halaman DPRD Jateng sekitar pukul 15.45 WIB. Mereka bergantian melakukan orasi, menyampaikan tuntutan agar UU TNI segera dicabut.

“Jika tadi upaya kita untuk merangsek masuk ke dalam gedung DPR Jawa Tengah dihadang oleh kepolisian, maka kali ini kita akan tetap berusaha masuk namun dengan cara yang berbeda. Dengan cara kita jongkok sambil jalan. Kita jongkok sama-sama. Jalannya menunggu arahan dari korlap,” tutur salah satu mahasiswa dari atas pikap.

Massa kembali mencoba memasuki Kantor DPRD Jateng, tetapi dihadang oleh aparat kepolisian yang membuat pagar betis. Aksi dorong antara mahasiswa dan polisi pun tak terhindarkan. Suasana semakin panas ketika terdengar suara petasan di tengah kerumunan.

“Saya peringatkan, kegiatan kalian sudah keluar dari aturan dan prosedur,” menegaskan salah satu polisi yang berjaga di lokasi.

Tak hanya itu, aparat dari satuan Brimob juga dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Sekitar empat mobil Brimob tampak bersiaga di sekitar lokasi aksi. Massa yang sempat didorong mundur kembali duduk di Jalan Pahlawan dan menolak untuk membubarkan diri.

Salah satu perwakilan mahasiswa menyampaikan, mereka akan terus bertahan hingga ada respons resmi dari pihak DPRD terkait tuntutan pencabutan UU TNI.

“Kami di sini bukan untuk membuat kekacauan, tetapi untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Kami ingin kejelasan dari para wakil rakyat,” mengatakan seorang orator dari atas mobil komando.

Di sisi lain, pihak kepolisian menambahkan, mereka tetap berupaya mengendalikan situasi agar aksi berjalan kondusif dan tidak berujung anarkis.

Hingga pukul 17.34 WIB, massa masih bertahan di lokasi, meski polisi terus mengimbau agar aksi dapat diakhiri dengan damai.

“Kami berharap aksi ini tidak berujung pada bentrokan. Semua pihak harus menahan diri,” tanggapannya dari salah satu petugas keamanan.

Meskipun negosiasi masih berlangsung, mahasiswa berkeras untuk tidak meninggalkan lokasi sebelum mendapatkan jawaban atas tuntutan mereka.

“Kami tidak akan pulang sebelum ada kejelasan. Jika perlu, kami akan bermalam di sini,” tutupnya salah satu mahasiswa yang ikut dalam aksi.

Lainnya:

Penulis : Hosea/Nanik

Editor : Bandi

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru