Menaker Dorong Serikat Pekerja Tingkatkan Kompetensi Hadapi AI

Sabtu, 25 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli membuka Kongres SBSI di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli membuka Kongres SBSI di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja mengambil peran lebih aktif dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di tengah pesatnya transformasi dunia kerja. Seruan ini disampaikan dalam Kongres ke-VII SBSI di Jakarta, Jumat (24/4/2026), sebagai respons atas perubahan industri yang kian cepat akibat digitalisasi dan kecerdasan buatan.

Perubahan struktur pekerjaan akibat teknologi menjadi tantangan nyata bagi tenaga kerja Indonesia. Banyak jenis pekerjaan mulai bergeser, sementara kebutuhan keterampilan baru terus meningkat.

Dalam konteks ini, pemerintah menilai serikat pekerja tidak cukup hanya berfokus pada advokasi hak. Peran mereka perlu diperluas menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pekerja Indonesia harus memiliki daya saing dan kompetensi yang kuat. Serikat pekerja punya peran penting dalam menyiapkan anggotanya menghadapi perubahan ini,” ujar Yassierli.

Dampaknya bagi masyarakat cukup luas. Tanpa peningkatan keterampilan, pekerja berisiko tertinggal dan kehilangan peluang kerja, terutama di sektor yang terdampak otomatisasi.

Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan membuka ruang kolaborasi dengan serikat pekerja untuk menghadirkan program pelatihan yang lebih adaptif. Program ini mencakup peningkatan keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi, edukasi K3, hingga penguatan produktivitas kerja.

Langkah ini juga diarahkan untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja. Dengan begitu, pekerja tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar kerja.

“Silakan sampaikan kebutuhan pelatihan. Pemerintah siap memfasilitasi agar pekerja memiliki nilai tambah,” tegasnya.

Selain peningkatan kompetensi, pemerintah juga menyoroti perlindungan pekerja. Salah satunya melalui penguatan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan perluasan perlindungan bagi pekerja platform digital seperti pengemudi dan kurir daring.

Yassierli menekankan, hubungan industrial yang sehat hanya bisa dibangun melalui dialog terbuka antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Semangatnya sama, memajukan industri sekaligus menyejahterakan pekerja. Kami terbuka untuk masukan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru