Menaker Soroti Magang Tak Sesuai Jurusan, Perusahaan Diminta Benahi

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli meninjau Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin Medan, Rabu (22/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Menaker Yassierli meninjau Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin Medan, Rabu (22/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

MEDAN, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyoroti praktik magang yang belum sepenuhnya selaras dengan latar belakang pendidikan peserta. Kondisi ini dinilai berisiko menghambat peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja generasi muda.

Temuan tersebut disampaikan saat peninjauan program Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin, Rabu (22/4/2026). Dalam kunjungan itu, Menaker menemukan peserta magang lulusan sarjana yang belum mendapatkan tugas sesuai kompetensi akademiknya.

Menurut Yassierli, ketidaksesuaian penempatan ini menjadi persoalan serius dalam sistem pengembangan tenaga kerja. Program magang seharusnya menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, bukan sekadar formalitas.

“Untuk lulusan S1, sebaiknya diberikan tugas yang mencerminkan tingkat pendidikannya agar proses belajar benar-benar optimal,” tegasnya kepada manajemen rumah sakit.

Ia menilai, jika tidak dibenahi, praktik ini dapat berdampak luas pada kualitas SDM nasional. Peserta magang berpotensi kehilangan kesempatan mengasah keterampilan spesifik, sehingga kurang siap bersaing di dunia kerja.

Selain menegur perusahaan, Menaker juga mengingatkan peserta magang agar tidak menyia-nyiakan kesempatan. Disiplin, tanggung jawab, dan keseriusan menjadi kunci agar pengalaman magang memberikan nilai tambah nyata.

Program Magang Nasional 2025 di rumah sakit tersebut diikuti 48 peserta dari berbagai bidang, mulai dari tenaga kesehatan hingga teknisi. Menariknya, sebagian peserta dilaporkan telah mendapat tawaran kerja, menunjukkan potensi program ini jika dijalankan dengan tepat.

Bagi masyarakat, pembenahan sistem magang berdampak langsung pada peningkatan kualitas tenaga kerja dan penurunan pengangguran terdidik. Program yang tepat sasaran juga dapat mempercepat penyerapan lulusan ke dunia industri.

Yassierli menegaskan, pemerintah akan terus mendorong perusahaan agar menjadikan magang sebagai investasi SDM, bukan sekadar pemenuhan kewajiban.

“Magang harus menjadi ruang belajar yang relevan dan berkualitas, sehingga benar-benar menyiapkan peserta masuk ke dunia kerja,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru