SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Lia Istifhama menegaskan bahwa penguatan persaudaraan berbasis budaya merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan Indonesia. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) di Surabaya, Jawa Timur,pada Senin (19/2026)
Dalam kegiatan tersebut, Lia Istifhama tidak hanya hadir secara seremonial. Senator asal Jawa Timur itu terlibat langsung dalam berbagai aktivitas budaya, mulai dari lomba makan papeda hingga menari bersama masyarakat Maluku. Kehadiran dan keterlibatan langsung ini dinilai sebagai bentuk pendekatan sosial yang memperkuat ikatan antarwarga lintas daerah.
Lia menilai persaudaraan atau nilai Basudara yang dijaga masyarakat Maluku merupakan contoh nyata modal sosial yang relevan bagi kehidupan berbangsa. Nilai solidaritas, keberanian, dan etos kerja, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam memperkuat kohesi sosial nasional.
“Persaudaraan Maluku mencerminkan semangat Indonesia yang beragam namun satu. Kebersamaan dan kerja keras adalah kekuatan untuk berkontribusi lebih luas di tingkat nasional,” ujar Lia Istifhama, Anggota DPD RI, di sela acara pelantikan.
Lia Istifhama menilai keberadaan tokoh-tokoh Maluku di Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam menjembatani aspirasi masyarakat daerah dengan kebijakan nasional. Ia berharap KPPM tidak hanya berfungsi sebagai organisasi kultural, tetapi juga mampu mendorong program sosial, pendidikan, dan kemanusiaan secara berkelanjutan.
Senator DPD RI asal Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina atau Boy Latuconsina, menyampaikan bahwa KPPM perlu menjadi ruang kolaborasi lintas generasi dan wilayah.
“KPPM harus menjadi wadah lahirnya gagasan dan kepemimpinan baru masyarakat Maluku yang siap berkiprah di tingkat nasional,” kata Boy Latuconsina.
Ketua KPPM Frans Huawe menegaskan bahwa organisasi tersebut dibangun untuk menjaga nilai kemanusiaan dan sejarah orang Maluku. Sementara itu, Ketua Dewan Pembina KPPM Prof. Paul Tahalele menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari tantangan sosial dan ekonomi.
“Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, pendidikan dan persatuan adalah kunci membangun masa depan Maluku,” ujar Prof. Paul Tahalele.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








