Mujiono Minta ASN Banyuwangi Kerja Lebih Gesit Hadapi Efisiensi Anggaran

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional dan memberikan arahan kepada ASN. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional dan memberikan arahan kepada ASN. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menegaskan pentingnya penguatan komitmen pengabdian aparatur sipil negara (ASN) sebagai kunci peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah yang berkeadilan.

Penegasan tersebut disampaikan Mujiono saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Senin (19/1/2025). Kegiatan itu diikuti sekitar 800 ASN, baik yang hadir langsung maupun yang mengikuti secara daring dari kantor organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing.

Dalam amanatnya, Mujiono menyebut ASN memegang posisi strategis dalam memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, bersih, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Ia menekankan perlunya perubahan ritme kerja birokrasi agar lebih adaptif terhadap dinamika dan tantangan ke depan.

“Di momen HKN ini, mari kita perkukuh komitmen sebagai abdi negara. Bekerja dengan ritme yang lebih cepat dan komitmen pengabdian yang lebih kuat. Banyuwangi harus terus melaju, dan birokrasi menjadi penggeraknya,” ujar Mujiono, Wakil Bupati Banyuwangi, dalam sambutan upacara.

Mujiono juga mengingatkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran menuntut ASN untuk bekerja lebih profesional, cerdas, dan berorientasi hasil. Menurutnya, tantangan pembangunan daerah akan semakin kompleks jika tidak diimbangi dengan kinerja birokrasi yang gesit dan terukur.

“ASN tidak cukup hanya bekerja keras, tetapi harus bekerja cerdas dan berdampak,” tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas OPD harus diperkuat, terutama dalam perencanaan dan pelaksanaan program yang menyasar pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Setiap penggunaan anggaran, kata dia, harus memiliki kontribusi yang jelas bagi kesejahteraan masyarakat.

“Berbagai program penanganan kemiskinan sudah berjalan, termasuk Banyuwangi Berbagi yang rutin digelar setiap bulan. Kami berharap ASN terus bergotong royong menyukseskan program ini,” pungkas Mujiono.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru