MATARAM, RadarBangsa.co.id – Layanan Public Safety Center (PSC) 119 Mataram Emergency Medical Service (MEMS) kembali menunjukkan kesigapan mereka dalam merespons kondisi gawat darurat di wilayah Kota Mataram. Rabu malam (5/11), tim PSC 119 menerima laporan kecelakaan tunggal yang menyebabkan korban mengalami dugaan dislokasi tulang. Tanpa menunggu lama, tim medis darurat itu langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
Sesampainya di tempat kejadian, petugas PSC 119 segera memberikan pertolongan medis pertama dengan peralatan standar gawat darurat. Setelah kondisi korban distabilkan, tim melakukan evakuasi ke RSUD H. Moh. Ruslan Mataram guna mendapatkan perawatan lanjutan. Proses penanganan yang cepat dan terkoordinasi ini kembali menegaskan kesiapan PSC 119 MEMS dalam menjalankan tugas vital mereka menyelamatkan nyawa warga.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. NK. Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp. FER., M.Kes., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja cepat tim PSC 119 yang sigap menangani setiap laporan masyarakat. Ia menekankan pentingnya waktu dalam penanganan kegawatdaruratan medis, di mana setiap menit sangat berarti bagi keselamatan pasien.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan PSC 119. Respons cepat di lapangan menjadi faktor penentu dalam upaya penyelamatan nyawa. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan PSC 119 jika menghadapi kondisi darurat medis,” ujarnya.
Eka menambahkan, masyarakat dapat mengakses layanan PSC 119 selama 24 jam penuh melalui nomor WhatsApp atau telepon di 087-777-577-119. Layanan ini memungkinkan penanganan medis darurat dilakukan langsung di lokasi kejadian oleh tenaga medis terlatih, sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Menurutnya, PSC 119 merupakan bagian dari sistem layanan kegawatdaruratan terpadu yang tengah dikembangkan di Nusa Tenggara Barat. Kolaborasi antara rumah sakit, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas maupun insiden medis lainnya.
“Kami berharap, dengan kesiapsiagaan tim PSC dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melapor, angka fatalitas dapat ditekan. Setiap laporan yang cepat berarti satu kesempatan lebih besar untuk menyelamatkan nyawa,” katanya.
Sementara itu, salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan kronologi kecelakaan tunggal tersebut. Menurutnya, peristiwa terjadi karena korban mencoba menghindari seekor kucing yang tiba-tiba menyeberang jalan, hingga akhirnya kehilangan kendali.
“Begitu kejadian, kami langsung hubungi PSC 119 Rumah Sakit Ruslan. Luar biasa, mereka datang hanya delapan menit setelah ditelepon sekitar pukul 19.42 dan tiba di lokasi pukul 19.50. Respons cepat itu benar-benar membantu. Teman saya bisa segera dievakuasi dan mendapatkan pertolongan sebelum kondisinya memburuk,” tuturnya.
Banyak netizen yang turut mengapresiasi kinerja PSC 119 MEMS Mataram di media sosial. Mereka menilai kehadiran layanan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem respons darurat medis yang cepat, tanggap, dan profesional.
Dengan kesiapan tim dan dukungan masyarakat, PSC 119 MEMS Mataram diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap warga mendapatkan pertolongan cepat ketika menghadapi situasi darurat
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








