Pabrik Bioetanol Glenmore Banyuwangi Perkuat Transisi Energi Nasional

Minggu, 8 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi groundbreaking pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas 30 ribu KL per tahun di PG Glenmore, Banyuwangi, Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/nul- RadarBangsa.co.id)

Prosesi groundbreaking pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas 30 ribu KL per tahun di PG Glenmore, Banyuwangi, Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/nul- RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Banyuwangi ditetapkan sebagai salah satu daerah pemasok BBM ramah lingkungan nasional melalui pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas 30 ribu kiloliter (KL) per tahun di kawasan Pabrik Gula (PG) Glenmore, Banyuwangi. Proyek ini menjadi bagian strategis dari agenda transisi energi nasional dan substitusi impor bahan bakar minyak.

Pabrik bioetanol tersebut akan mengolah molase atau tetes tebu menjadi bahan bakar bersih berbasis etanol. Proyek dibangun di atas lahan seluas 10 hektare melalui sinergi PT Pertamina dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Pembangunan ini juga masuk dalam fase pertama program hilirisasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan keberadaan pabrik bioetanol di Glenmore akan memberi kontribusi ganda, baik bagi ketahanan energi nasional maupun perekonomian daerah. Menurutnya, bioetanol merupakan energi bersih yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.

“Pabrik ini akan berkontribusi pada pasokan energi bersih nasional sekaligus memperkuat peran Banyuwangi dalam agenda transisi energi,” ujar Ipuk, Sabtu (7/2/2026).

Ipuk menambahkan, pembangunan pabrik bioetanol juga akan memperluas serapan tebu petani, khususnya di Banyuwangi dan wilayah sekitar. Selama ini, tebu petani sebagian besar hanya diserap untuk produksi gula. Dengan adanya industri bioetanol, rantai nilai komoditas tebu akan semakin panjang.

“Tebu petani tidak hanya diserap untuk gula, tetapi juga untuk bahan baku bioetanol. Ini membuka peluang pasar baru dan meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai pada Juni 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan selama 24 bulan. Proyek ini telah diawali dengan kegiatan groundbreaking yang dilaksanakan pada Jumat (6/2/2026).

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyebut pabrik bioetanol Banyuwangi diproyeksikan menghasilkan 30.000 KL bioetanol per tahun. Produk tersebut akan menjadi bagian dari upaya Pertamina mendorong swasembada energi berbasis sumber daya domestik.

“Ini merupakan transformasi produk sampingan gula menjadi energi bersih. Dengan pabrik bioetanol terintegrasi di Banyuwangi, kita mendorong ketahanan energi melalui perekonomian rakyat,” kata Agung.

Dengan kapasitas tersebut, pabrik bioetanol Glenmore diperkirakan mampu mengurangi impor BBM hingga USD 13,9 juta atau setara Rp233,52 miliar per tahun. Selain itu, emisi karbon dapat ditekan sekitar 66.000 ton CO2 ekuivalen setiap tahun.

Hasil produksi bioetanol nantinya akan dikirim ke Terminal BBM Pertamina sebelum disalurkan ke masyarakat melalui SPBU Pertamina. Saat ini, Pertamina telah memasarkan Pertamax Green 95 dengan kandungan etanol 5 persen melalui 177 SPBU di Pulau Jawa. Ke depan, cakupan wilayah dan kandungan etanol akan terus ditingkatkan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, memastikan ketersediaan bahan baku molase dalam kondisi aman. Produksi molase SGN hampir mencapai 700 ribu ton per tahun dan akan didukung pasokan dari lima pabrik gula di sekitar Banyuwangi.

“Dari sisi bahan baku sangat mencukupi untuk mendukung produksi bioetanol secara berkelanjutan,” pungkas Mahmudi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru