Pasuruan Agriculture Festival, Ajang Pamer Produk Unggulan Pertanian di Hari Jadi ke-1096

- Redaksi

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096, pemerintah daerah menggelar Pasuruan Agriculture Festival. Wabup Shobih Asrori ajak masyarakat manfaatkan pameran ini untuk belanja produk lokal berkualitas dengan harga terjangkau (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096, pemerintah daerah menggelar Pasuruan Agriculture Festival. Wabup Shobih Asrori ajak masyarakat manfaatkan pameran ini untuk belanja produk lokal berkualitas dengan harga terjangkau (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Pasuruan Agriculture Festival, pameran produk unggulan pertanian yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut di Rest Area BUMDes Dewa Rama, Desa Ranggeh, Kecamatan Gondang Wetan. Agenda ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, pada Kamis (11/9/2025) sore.

Festival pertanian ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096. Puluhan stan dari berbagai instansi turut ambil bagian, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Selain itu, 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan menampilkan potensi pertanian khas wilayah masing-masing.

Pihak swasta dan lembaga pendukung juga meramaikan pameran, mulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Bulog, hingga perusahaan seperti PG Kedawung dan PT Rajawali Nusindo. Mereka menyediakan beragam kebutuhan pokok seperti beras SPHP, gula, minyak goreng, serta produk pertanian lainnya yang dijual langsung kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pasuruan, yang akrab disapa Gus Shobih, menekankan bahwa setiap kecamatan memiliki potensi pertanian yang khas, mulai dari buah-buahan, sayuran, hingga produk olahan siap konsumsi. Menurutnya, festival ini memudahkan masyarakat untuk mengakses aneka produk unggulan tanpa harus berkeliling ke berbagai wilayah.

“Contohnya beli kopi khas Prigen atau Purwodadi, langsung ada di pameran ini. Beli stroberi Nongkojajar cukup di sini, begitu juga mangga Rembang dan produk lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Shobih berharap festival ini menjadi ruang lahirnya inovasi sekaligus motivasi bagi para pelaku pertanian dalam meningkatkan produktivitas. Ia menilai, kemajuan sektor pertanian tidak bisa berdiri sendiri, melainkan perlu ditopang oleh kerja sama lintas sektor.

“Spirit produktivitas tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kolaborasi dan sinergi dari semua pihak. Baik pemerintah daerah, forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Di hadapan peserta pameran, Gus Shobih juga menyampaikan penghargaan bagi petani, kelompok tani, dan KTNA yang dinilai berperan besar menjaga ketahanan pangan nasional. Ia tidak lupa mengapresiasi kerja keras perangkat daerah yang telah mendukung penuh pelaksanaan acara.

“Terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, juga OPD seperti Dinas Peternakan, Perikanan, BPP, KTNA, Bulog, PG Kedawung, dan PT Rajawali Nusindo atas partisipasinya dalam menyukseskan acara ini,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru