Pedagang Pasar Madiun Keluhkan Retribusi Tinggi, Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Dialog Terbuka

Minggu, 25 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, RadarBangsa.co.id – Suara keluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun mengenai kenaikan retribusi dan regulasi penempatan kios kini mencapai tingkat nasional. Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kota Madiun menggelar audiensi dengan Anggota DPD RI Lia Istifhama di Kantor Perwakilan DPD RI Jawa Timur, Selasa (24/1/2026).

Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan kepengurusan baru DPD APPSI Kota Madiun. Namun, fokus utama audiensi adalah penyampaian aspirasi pedagang yang merasa terbebani oleh kebijakan retribusi dan Surat Izin Penempatan (SIP) kios yang dinilai tidak transparan.

Ketua DPD APPSI Kota Madiun, Mayang Lili Mawarti, S.E., menyampaikan bahwa keluhan pedagang berkaitan dengan besarnya retribusi pasar yang melonjak hingga ratusan persen, jauh melebihi kemampuan ekonomi mereka. “Beban biaya meningkat, sementara aktivitas jual beli menurun drastis. Kebijakan ini berpotensi mematikan usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,” ujarnya.

Selain retribusi, polemik SIP juga menjadi sorotan. Mayang menuturkan penerapan aturan terkait SIP dilakukan tanpa sosialisasi memadai. Pedagang yang menyewa kios jangka pendek tiba-tiba tercatat atas nama penyewa baru tanpa pemberitahuan resmi, menimbulkan kesan pemaksaan dan ketidakadilan.

Ia menambahkan, meski rencana kenaikan retribusi sempat dikoreksi dari 300 persen, beban yang dirasakan pedagang tetap berat. DPD APPSI menekankan pentingnya keterlibatan pedagang dalam setiap pembahasan kebijakan pasar agar keputusan yang diambil mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Senator Lia Istifhama menyatakan pandangan yang tegas namun empatik. Ia menekankan bahwa peningkatan pendapatan daerah tidak seharusnya dibebankan kepada pedagang kecil yang mengandalkan sektor riil. “Kebijakan yang menekan pedagang justru mempersempit ruang usaha dan berdampak pada keberlanjutan ekonomi keluarga,” jelas Lia.

Lia juga menyoroti pentingnya transparansi penerbitan SIP dan kenaikan retribusi. Pemerintah Kota Madiun diminta memberikan penjelasan yang jelas dan membuka dialog ketika pedagang menyampaikan keberatan. Menurutnya, tanpa komunikasi yang transparan, kebijakan berisiko menimbulkan kebingungan dan kecurigaan di masyarakat.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal membangun komunikasi yang lebih sehat antara pedagang, pemerintah daerah, dan wakil rakyat di tingkat nasional. Bagi para pedagang Madiun, perjuangan ini bukan sekadar soal angka retribusi, tetapi mempertahankan ruang hidup dan martabat ekonomi rakyat kecil.

“Yang kami butuhkan adalah kebijakan yang berpihak, bukan sekadar regulasi yang memberatkan,” pungkas Mayang, menegaskan harapan pedagang agar pemerintah daerah meninjau ulang kebijakan pasar.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru