JEMBER, RadarBangsa.co.id – Bupati Jember Mohammad Fawait mengajak Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Jember berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Harapan itu disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus IKA Unair Cabang Jember Masa Bhakti 2025–2030 di Pendopo Wahyawibawagraha Bupati Jember, Senin (27/7/2026).
Dalam acara tersebut, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait sekaligus menjabat sebagai Penasehat IKA Unair Cabang Jember. Ia menilai potensi alumni Universitas Airlangga dapat menjadi kekuatan strategis untuk membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai persoalan pembangunan.
Menurut Gus Fawait, sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian persoalan kemiskinan, stunting, angka kematian ibu (AKI), serta angka kematian bayi (AKB).
“Kami meminta IKA Unair untuk membantu Pemkab Jember dan berkontribusi konkret mengatasi masalah-masalah yang ada di Kabupaten Jember. Mulai dari pengentasan kemiskinan dan dampaknya, hingga penanganan stunting, AKI, dan AKB. Kesempatan kedua alumni Unair memimpin dan mengabdi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membawa Jember jauh lebih baik,” ujar Gus Fawait.
Berdasarkan surat keputusan yang dibacakan dalam pelantikan, kepengurusan IKA Unair Cabang Jember periode 2025–2030 dipimpin Dr. dr. I Nyoman Semita, Sp.OT(K) sebagai ketua. Acara tersebut juga dihadiri jajaran penasehat serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Jember yang merupakan alumni Universitas Airlangga.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua IKA Unair Cabang Jember Dr. dr. I Nyoman Semita menegaskan kesiapan seluruh alumni mendukung program pemerintah daerah. Menurutnya, IKA Unair akan memperkuat sinergi melalui berbagai kegiatan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan.
“Jiwa dan raga kita pergunakan satu garis dengan Gus Bupati, betul-betul mengabdi untuk memajukan Indonesia Raya, khususnya Kabupaten Jember. Kami siap melanjutkan sinergi dalam berbagai program, mulai dari penanganan stunting, donor darah dan donor oksigen lewat penanaman pohon, hingga menjadi wadah pelatihan dan magang di bidang kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi,” pungkas Nyoman.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar