PASURUAN, RadarBangsa.co.id – UPT Latihan Kerja Daerah (LKD) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan kembali menggelar pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi pencari kerja (pencaker) sepanjang Februari–Maret 2026, dengan total 10 paket kejuruan yang disesuaikan kebutuhan industri dan masyarakat.
Pelatihan kerja tersebut dilaksanakan mulai 10 Februari hingga 12 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan menekan angka pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin, melalui Kepala UPT LKD Kabupaten Pasuruan, Farid Ardiansyah, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat 10 paket pelatihan berbasis kompetensi yang disiapkan untuk masyarakat.
“Enam paket pelatihan dilaksanakan di UPT LKD, sementara empat paket lainnya dilaksanakan langsung di masyarakat,” kata Farid saat ditemui di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Senin (9/2/2026).
Enam paket pelatihan yang digelar di UPT LKD meliputi Forklift, Las SMAW 3G, Operator Bubut CNC, Menjahit Upper Sepatu, Perawatan AC Residensial, serta Barista. Sementara empat paket pelatihan di masyarakat terdiri atas dua paket membatik dan dua paket tata rias.
Untuk pelatihan membatik, pelaksanaan dijadwalkan bersamaan dengan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Gondangwetan dan Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo. Adapun pelatihan tata rias dilaksanakan di Kecamatan Pandaan dan Purwosari.
Farid mengungkapkan, pelatihan Perawatan AC Residensial merupakan program baru yang digagas tahun ini. “Pelatihan ini cukup banyak peminatnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta peluang kerja yang tersedia,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh paket pelatihan disusun berdasarkan hasil training need analysis, yakni pemetaan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat. “Kita sesuaikan dengan kebutuhan riil, seperti forklift yang banyak dibutuhkan industri maupun perawatan AC yang peluang kerjanya cukup luas,” imbuh Farid.
Setiap kelas diikuti 16 peserta. Dengan total 10 paket pelatihan, maka jumlah peserta mencapai 160 pencaker. Selama pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas lengkap berupa seragam, alat tulis, modul pelatihan, uang transport, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
“Harapannya, setelah lulus pelatihan dan memiliki kompetensi serta sertifikat, mereka bisa terserap di dunia kerja atau mandiri membuka usaha,” pungkas Farid.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








