Peluang Hamil Kembar Tetap Ada, Meski Tak Punya Riwayat Keturunan

Selasa, 26 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Kehamilan kembar tak selalu ditentukan faktor keturunan. Fakta ini kembali disorot setelah dokter spesialis kandungan di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mengungkap peluang hamil kembar tetap bisa terjadi meski pasangan tidak memiliki riwayat keluarga kembar.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Ida Bagus Yuda A., Sp.OG mengatakan, faktor genetik memang meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar, terutama bila berasal dari garis ibu.

“Kalau dari pihak ibu ada riwayat kembar, kemungkinan terjadinya sekitar satu banding 62 orang. Sedangkan jika faktor keturunan berasal dari pihak ayah, peluangnya lebih kecil, yakni sekitar satu banding 104 orang,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi itu berkaitan dengan kemampuan seorang wanita menghasilkan lebih dari satu sel telur dalam satu masa ovulasi. Situasi tersebut membuka peluang terjadinya pembuahan ganda yang berujung pada kehamilan kembar.

Namun, ia menegaskan peluang tersebut tetap ada meski pasangan tidak memiliki riwayat keluarga kembar. Hanya saja, persentasenya relatif lebih kecil.

“Kalau tidak ada faktor keturunan memang peluangnya kecil, tapi bukan berarti tidak mungkin terjadi,” katanya.

Fenomena ini menjadi perhatian banyak pasangan muda yang tengah menjalani program kehamilan. Tidak sedikit masyarakat yang selama ini menganggap kehamilan kembar hanya bisa diwariskan secara turun-temurun.

Selain faktor genetik, dr. Yuda juga mengungkap peningkatan kasus kehamilan kembar kerap ditemukan pada program bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF). Dalam prosedur tersebut, dokter biasanya memasukkan lebih dari satu embrio untuk memperbesar peluang kehamilan berhasil.

“Pada program bayi tabung biasanya bisa dimasukkan dua sampai tiga embrio. Karena itu kemungkinan tumbuh menjadi kehamilan kembar juga lebih besar,” jelasnya.

Meski demikian, tidak semua embrio yang dimasukkan akan berkembang menjadi janin. Tetapi jika lebih dari satu embrio berhasil tumbuh, maka kehamilan kembar dapat terjadi.

Di sisi lain, dokter mengingatkan bahwa kehamilan ganda memiliki risiko lebih tinggi dibanding kehamilan tunggal. Karena itu, kondisi kesehatan ibu tetap menjadi pertimbangan utama sebelum menjalani program kehamilan berbantu.

“Kehamilan kembar memang sering dianggap membawa kebahagiaan lebih bagi keluarga. Tapi risikonya juga lebih besar sehingga perlu pengawasan ketat selama masa kehamilan,” pungkasnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru