Pemkot–Bea Cukai Gempur Rokok Ilegal, Probolinggo Siaga

Selasa, 18 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Probolinggo, Rudie Bayu Wijatnoko, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan bersama jajaran terkait di Probolinggo. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Probolinggo, Rudie Bayu Wijatnoko, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan bersama jajaran terkait di Probolinggo. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kota Probolinggo memperkuat langkah pemberantasan rokok ilegal dengan menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Probolinggo. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya peredaran rokok ilegal di sejumlah wilayah, yang dikhawatirkan memicu kerugian negara dan menciptakan celah pelanggaran hukum di tingkat masyarakat.

Langkah terbaru dilakukan lewat Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yang digelar di salah satu hotel di Kota Probolinggo, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan camat, lurah, hingga personel Satpol PP sebagai barisan terdepan pengawasan lingkungan. Melalui pendekatan intensif, pemkot dan Bea Cukai ingin memastikan informasi soal bahaya dan konsekuensi hukum rokok ilegal menjangkau seluruh lapisan aparatur wilayah.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Probolinggo Rudie Bayu Wijatnoko menegaskan bahwa wilayahnya masih menjadi titik transit peredaran rokok ilegal. “Probolinggo bukan hanya daerah tujuan, tetapi juga jalur transit. Ini sebabnya kami terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan meningkatkan kegiatan pengawasan,” ujarnya.

Rudie menjelaskan bahwa rokok ilegal merupakan produk tembakau yang diproduksi atau diedarkan tanpa memenuhi ketentuan peraturan perundangan. Ciri-cirinya mulai dari merek tidak dikenal, merek plesetan, kemasan seadanya, rokok tanpa pita cukai, hingga penggunaan pita cukai palsu atau bekas. Ia mengingatkan bahwa pelaku dapat dikenai pidana berat disertai denda besar.

Dalam sesi pemaparan, peserta dibekali pengetahuan mendalam mengenai modus terbaru peredaran rokok ilegal yang kini semakin adaptif. Aparat wilayah diminta peka terhadap perubahan pola distribusi, termasuk pemasaran via media sosial atau penjualan keliling tanpa identitas resmi. Hal ini penting mengingat momentum tertentu, seperti akhir tahun atau hari besar, sering dimanfaatkan oknum untuk meningkatkan distribusi barang ilegal.

Kasatpol PP Kota Probolinggo, Fatchur Rozi, menekankan bahwa camat dan lurah memegang peran krusial sebagai pengawas awal. “Ketika informasi soal peredaran rokok ilegal diterima dari masyarakat atau ditemukan langsung di lapangan, aparat wilayah harus cepat merespons dan berkoordinasi. Jangan sampai rokok tanpa cukai beredar bebas lalu merugikan negara,” katanya.

Fatchur menambahkan bahwa sinergi antara pemkot, Bea Cukai, dan aparat penegak hukum harus berjalan berkesinambungan agar penindakan di lapangan efektif. Operasi gabungan, inspeksi mendadak, hingga penelusuran distributor terus ditempuh sebagai langkah menekan peredaran rokok ilegal.

Menurut pemkot, sosialisasi ini juga menjadi langkah antisipatif jika terjadi lonjakan penjualan rokok ilegal akibat meningkatnya permintaan. Aparatur daerah diharapkan tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat agar tidak tergiur harga murah atau keuntungan cepat.

Melalui kolaborasi yang semakin erat, pemerintah berharap tercipta pengawasan berlapis dari tingkat kota hingga kelurahan. Dengan begitu, ruang gerak rokok ilegal dapat dipersempit dan kesadaran masyarakat terhadap risiko hukum maupun ekonomi semakin meningkat.

Penulis : Nanang

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Berita Terbaru