Pemkot Semarang Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Budaya

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menutup Lomba Melukis Payung dan Kipas 2025 di Uptown Mall BSB City, Minggu (19/10). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menutup Lomba Melukis Payung dan Kipas 2025 di Uptown Mall BSB City, Minggu (19/10). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk memperbanyak kegiatan seni dan budaya sebagai upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menutup ajang Lomba Melukis Payung dan Kipas 2025 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang di Uptown Mall BSB City, Minggu (19/10).

Agustina menjelaskan, kegiatan seni yang rutin dan tersebar di berbagai wilayah akan memberikan dampak luas bagi masyarakat. Ia meminta agar Disbudpar menyusun agenda seni secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh kecamatan di Kota Semarang.

“Saya berharap ke depan lomba seperti ini bisa digelar secara berkala. Setiap kecamatan bisa berpartisipasi dan menampilkan karya warganya. Kalau bisa, nanti ada semacam festival payung di mana semua kecamatan menampilkan hasil karya masyarakatnya,” ujar Agustina.

Menurutnya, kegiatan seni berbasis partisipasi masyarakat seperti ini bukan hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga memiliki efek ganda terhadap perekonomian lokal. Ia menilai, setiap gelaran event budaya mampu menggerakkan sektor usaha kecil menengah dan menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan warga.

“Kalau ada kegiatan seperti lomba atau pameran di tingkat kecamatan, otomatis masyarakat akan bergotong-royong menyiapkan lingkungannya. Warung, UMKM, dan pedagang kecil juga ikut hidup karena ada keramaian,” tuturnya.

Agustina menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan tren positif. Ia optimistis laju ekonomi kota ini dapat mendekati angka 8 persen pada akhir tahun. Untuk itu, ia menilai kegiatan seni dan budaya yang digerakkan oleh masyarakat dapat menjadi penopang penting bagi pencapaian tersebut.

“Saya bersyukur, masyarakat Semarang itu responsif dan antusias. Ketika pemerintah kota menggagas ide untuk pariwisata, kebersihan, atau seni, masyarakat langsung merespons dengan semangat. Itu yang membuat saya optimistis,” tambahnya.

Ajang Lomba Melukis Payung dan Kipas 2025 diikuti sekitar 400 peserta. Lomba melukis kipas berlangsung pada Sabtu (18/10), sementara lomba melukis payung digelar keesokan harinya. Mengusung tema “Warak Ngendog Simbol Harmoni Budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa,” kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai toleransi dan kebhinekaan melalui medium seni yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Simbol Warak Ngendog, yang telah lama menjadi ikon budaya Kota Semarang, menurut Agustina, kini diangkat dalam bentuk yang lebih kreatif dan modern. Ia menilai pendekatan seni seperti ini dapat memperluas potensi ekonomi kreatif, misalnya dengan menjadikan motif Warak Ngendog sebagai desain khas untuk suvenir atau produk kerajinan lokal.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Warak Ngendog tidak hanya bisa dirayakan lewat arak-arakan atau festival besar, tapi juga melalui karya seni yang bisa dinikmati dan dikerjakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan,” katanya.

Wali kota juga mengapresiasi antusiasme para peserta dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga seniman profesional. Ia menilai kebersamaan lintas generasi dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong di bidang seni.

“Yang paling menggembirakan adalah semua seniman bisa berkumpul. Ada yang masih belajar, ada yang sudah ahli, mereka saling menginspirasi. Saya yakin pada lomba berikutnya, karya yang dihasilkan akan lebih beragam dan berkualitas,” pungkas Agustina.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan
2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci
Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:32 WIB

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:06 WIB

Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:52 WIB

Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:45 WIB

2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Berita Terbaru