Pemprov NTB Ubah Paradigma: Lansia Bukan Beban, Tapi Aset Sosial dan Penjaga Nilai

Rabu, 22 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perayaan HUT PHLU NTB ke-21 dan Hari Kartini di Lombok Plaza, Mataram, Selasa (21/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Perayaan HUT PHLU NTB ke-21 dan Hari Kartini di Lombok Plaza, Mataram, Selasa (21/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong perubahan kebijakan dan cara pandang terhadap kelompok lanjut usia (lansia), dari yang selama ini dianggap beban menjadi aset sosial yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat.

Dorongan ini mengemuka dalam peringatan HUT ke-21 Pelayanan Harian Lanjut Usia (PHLU) NTB yang digelar di Lombok Plaza, Mataram. Momentum ini dinilai penting karena menyangkut kebutuhan dasar lansia, mulai dari layanan kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi dan sosial.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa perubahan paradigma ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan demografi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi lansia.

“Lansia bukanlah kelompok yang harus dipandang sebagai beban. Mereka adalah aset sosial, penjaga nilai, dan sumber keteladanan yang tidak tergantikan,” ujarnya.

Ia menilai, pengalaman hidup para lansia menjadi “kompas moral” bagi generasi muda di tengah perubahan sosial yang cepat. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi ini justru bisa terabaikan, padahal berkontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial.

Dampaknya, kebijakan yang tidak ramah lansia berpotensi meningkatkan kerentanan sosial, terutama terkait akses kesehatan, kesejahteraan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, Pemprov NTB mulai mendorong penguatan ekosistem ramah lansia. Fokusnya mencakup peningkatan akses layanan kesehatan, program pemberdayaan, serta ruang aktivitas agar lansia tetap aktif dan mandiri.

“Ke depan, kita harus memastikan lansia tetap berdaya, sehat, dan dihargai. Ini bagian dari indikator masyarakat yang maju,” tegasnya.

Peringatan yang bertepatan dengan Hari Kartini juga menjadi refleksi peran perempuan lansia dalam kehidupan sosial. Mereka dinilai tidak hanya berperan di keluarga, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial hingga kebencanaan.

Ketua PHLU NTB, Hj. Amy Viraningsih, menambahkan bahwa organisasinya hadir sebagai wadah untuk menjaga kualitas hidup lansia, baik secara fisik maupun mental.

“Kami ingin lansia tetap mandiri dan produktif. Usia bukan penghalang untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, tema tahun ini mencerminkan komitmen untuk mendorong lansia tetap aktif dalam berbagai sektor, termasuk kegiatan sosial dan ekonomi.

Langkah ini dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Lansia yang sehat dan produktif tidak hanya mengurangi beban keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan menjaga nilai-nilai budaya.

Selain itu, keterlibatan lansia dalam komunitas juga memperkuat kohesi sosial dan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda.

Hj. Amy juga berharap dukungan pemerintah terus diperkuat, terutama dalam integrasi program lintas sektor agar kesejahteraan lansia semakin terjamin.

“Kami berharap program lansia bisa lebih terintegrasi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.

Dengan penguatan kebijakan dan peran komunitas, NTB menargetkan lansia tidak lagi berada di pinggiran pembangunan, melainkan menjadi bagian aktif dalam kehidupan sosial.

“Masyarakat yang maju adalah yang mampu memuliakan dan memberdayakan orang tuanya,” pungkas Ahsanul Khalik.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru