Peneliti KSPI : Isu Kemiskinan dan Korupsi Ubah Pemilihan Sulut ke YSK-VM Nomor Urut 1

- Redaksi

Rabu, 27 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti sekaligus Sekjen Komite Suara Perempuan Indonesia (KSPI) dan Advokat, Yohanna Christien, S.H., M.H. (IST)

Peneliti sekaligus Sekjen Komite Suara Perempuan Indonesia (KSPI) dan Advokat, Yohanna Christien, S.H., M.H. (IST)

MANADO, RadarBangsa.co.id – Peneliti Komite Suara Perempuan Indonesia (KSPI), Yohanna Christien, S.H., M.H., memaparkan hasil penelitiannya terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara 2024. Dalam konferensi pers yang digelar Sabtu (23/11/2024), Yohanna mengungkapkan adanya fenomena perpindahan dukungan signifikan di kalangan pemilih Sulut.

“Banyaknya skandal korupsi yang terungkap belakangan ini menjadi salah satu pemicu perpindahan dukungan, khususnya dari pemilih milenial, perempuan, dan akademisi, ke pasangan calon nomor urut 1, Yulius Selvanus Komaling – Victor Mailangkay (YSK-VM),” jelas Yohanna.

Ia juga menyoroti tingginya angka kemiskinan yang belum terselesaikan selama pemerintahan sebelumnya. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2024, angka kemiskinan Sulut tercatat mencapai 7,25%. Yohanna menilai, tingginya angka tersebut menjadi salah satu indikator kinerja pemerintahan sebelumnya, yang kembali maju dalam Pilgub.

“Di provinsi dengan masyarakat yang religius, kemiskinan setinggi ini menjadi bahan diskusi di tengah masyarakat. Hal ini memengaruhi persepsi publik terhadap keberlanjutan pemerintahan,” tambah Yohanna.

Lebih lanjut, Yohanna menjelaskan bahwa YSK-VM dianggap sebagai pasangan yang menawarkan perubahan nyata. Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dipandang sebagai figur yang bersih, tegas, dan merakyat, sementara program-program mereka lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Banyak pemilih beralih mendukung YSK-VM karena mereka percaya pasangan ini membawa harapan baru. Program-program mereka dianggap realistis dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dibanding kandidat lain yang cenderung menjanjikan hal-hal mengawang-awang,” ujar Yohanna yang juga merupakan advokat berdarah Sulut.

Transformasi dukungan ini, menurut Yohanna, mencerminkan keinginan masyarakat untuk pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan mendasar seperti korupsi dan kemiskinan. “YSK-VM mampu menghadirkan alternatif yang meyakinkan bagi masa depan Sulawesi Utara,” tutupnya.

Dengan semakin dekatnya hari pemungutan suara, perhatian publik terhadap pasangan calon terus meningkat. Fenomena perpindahan dukungan ini diprediksi akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil Pilgub Sulut 2024.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan
Tag :
Peneliti KSPI : Isu Kemiskinan dan Korupsi Ubah Pemilihan Sulut ke YSK-VM Nomor Urut 1

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru