Penipu Mengaku Pejabat Kejari Lamongan, Minta Nomor Sekdes via WA

Kamis, 24 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Anton Wahyudi (kiri), saat dikonfirmasi terkait pencatutan namanya oleh orang tak dikenal (OTK). Tampak pula tangkapan layar pesan WhatsApp dari pelaku yang mencoba meminta nomor perangkat desa dengan modus mengaku sebagai pejabat kejaksaan (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Anton Wahyudi (kiri), saat dikonfirmasi terkait pencatutan namanya oleh orang tak dikenal (OTK). Tampak pula tangkapan layar pesan WhatsApp dari pelaku yang mencoba meminta nomor perangkat desa dengan modus mengaku sebagai pejabat kejaksaan (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Lamongan kembali digegerkan dengan aksi penipuan bermodus pencatutan nama pejabat penegak hukum. Kali ini, nama Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Anton Wahyudi, diduga digunakan oleh orang tak dikenal (OTK) untuk menjalankan aksi tipu-tipu melalui aplikasi WhatsApp.

Pelaku disebut menggunakan nomor 0821-5677-6646 dan mengaku sebagai Anton Wahyudi. Melalui pesan singkat, OTK itu meminta nomor kontak Sekretaris Desa (Sekdes) Sidokelar, Kecamatan Paciran. Tak hanya pesan teks, pelaku juga mencoba melakukan panggilan guna meyakinkan calon korbannya.

“Izin Pak, harap bisa dikirim nomor Sekdes Sidokelar. Saya Pak Anton Wahyudi, Kasi Pidsus Kejari Lamongan,” bunyi pesan yang dikirim pelaku, sebagaimana beredar di kalangan masyarakat.

Dikonfirmasi RadarBangsa pada Kamis (24/7/2025), Kasi Pidsus Anton Wahyudi membantah keras bahwa nomor tersebut miliknya. Ia menegaskan, pesan dan panggilan yang mengatasnamakan dirinya adalah murni aksi penipuan.

“Itu bukan saya. Mohon masyarakat tidak menanggapi permintaan apapun dari nomor tersebut,” tegasnya.

Anton mengimbau masyarakat, khususnya warga Lamongan dan perangkat desa, agar lebih waspada terhadap modus semacam ini. Ia meminta agar setiap pesan mencurigakan segera dikonfirmasi langsung ke instansi resmi atau dilaporkan ke pihak Kejari.

“Jangan mudah percaya hanya karena disebut dari kejaksaan. Jika menerima pesan serupa, apalagi disertai permintaan uang atau data pribadi, segera laporkan kepada kami,” lanjut Anton.

Ia juga menegaskan, pihaknya tidak pernah meminta data pribadi atau nomor kontak perangkat desa melalui jalur tidak resmi.

Kasus semacam ini bukan kali pertama terjadi di Lamongan. Dalam beberapa bulan terakhir, RadarBangsa mencatat ada sejumlah laporan masyarakat terkait aksi penipuan serupa yang mencatut nama pejabat publik. Fenomena ini menjadi alarm serius akan pentingnya literasi digital dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk rekayasa sosial (social engineering) yang makin canggih.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru