SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Perayaan Paskah di GPDI Efrata Semarang, Jumat (3/4/2026), berlangsung khidmat dengan dihadiri sekitar 700 jemaat. Ibadah yang mengusung tema “Kasih Tuhan di Atas Rata-Rata” ini menjadi sorotan karena pesan kuat tentang pengampunan dan pertobatan.
Sejak awal acara, ruang utama gereja dipadati jemaat yang mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh sukacita. Momentum Paskah tahun ini juga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan.
Dalam khotbahnya, Gembala Sidang Pdt Handoyo Liem mengangkat kisah penyaliban Yesus yang tertulis dalam Matius 27:44. Ia menyoroti dua penyamun yang awalnya mengolok-olok, namun salah satunya akhirnya bertobat dan mengakui kesalahannya.
Menurutnya, kisah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kasih Tuhan tetap hadir bahkan di tengah penderitaan. Ia merujuk pada Lukas 23:40-43 sebagai bukti bahwa perubahan hati dapat terjadi kapan saja.
Untuk memperdalam pesan, Pdt Handoyo juga menyampaikan ilustrasi tentang seorang pembunuh berantai yang bertobat di akhir hidupnya. Kisah tersebut digunakan untuk menegaskan bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni.
“Keselamatan bukan soal seberapa baik masa lalu kita, tetapi tentang keputusan untuk bertobat dan percaya kepada Tuhan,” ujar Pdt Handoyo Liem.
Ia menambahkan, “Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni, selama seseorang sungguh-sungguh datang dan percaya kepada Tuhan.”
Perayaan Paskah yang berlangsung serentak di berbagai daerah menunjukkan meningkatnya kesadaran spiritual masyarakat. Di Semarang, lonjakan jumlah jemaat bahkan membuat area parkir gereja penuh, meski seluruh rangkaian ibadah tetap berjalan lancar.
Pengamanan kegiatan melibatkan tim internal gereja bersama aparat, yakni Babinsa Mlatiharjo dan Bhabinkamtibmas setempat, sehingga ibadah berlangsung aman dan tertib. Kondisi ini mencerminkan sinergi positif antara masyarakat dan aparat dalam menjaga ketertiban.
Pdt Handoyo berharap momentum Paskah ini menjadi titik balik bagi jemaat untuk hidup dalam kasih yang lebih tinggi. “Kasih Tuhan adalah kasih yang sempurna, yang sanggup mengubahkan hidup siapa pun yang mau datang kepada-Nya,” pungkasnya.
Lainnya:
- Aksi Buruh di Kendal Memanas hingga Saling Dorong, Ada Apa Sebenarnya?
- Polsek Tikung Kawal Ketat Haji Lamongan, 63 Jamaah Berangkat Tanpa Hambatan
- Jembatan Rusak Sampang Diperbaiki, Aksi Kapolres Jadi Sorotan
Penulis : Bandi
Editor : Zainul Arifin








