Pertama Kali ‘Slepet’ di Kampus, Gus Imin Kagumi Semangat Mahasiswa Jogja

- Redaksi

Selasa, 6 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLO, RadarBangsa.co.id – Calon Wakil Presiden Republik Indonesia Nomor Urut 1, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Gus Imin, menyampaikan keyakinannya bahwa masa depan Indonesia akan semakin cerah jika kaum muda menunjukkan kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Pernyataan ini disampaikan oleh Gus Imin usai menghadiri acara Slepet Imin di AMIKOM, Solo, Jawa Tengah, pada Senin, 5 Februari 2024. Gus Imin menyatakan optimisnya terkait masa depan Indonesia ketika kaum muda memiliki tingkat kepedulian yang tinggi, mulai dari aspek yang paling mikro hingga urusan ketatanegaraan.

“Saya jadi optimis dan semakin yakin bahwa masa depan kita cerah, masa depan kita baik, kalau semua kaum muda punya kepedulian yang tinggi dan kepedulian itu mulai yang paling mikro sampai ketatanegaraan kita,” kata Gus Imin.

Gus Imin juga mengingatkan tentang tanggung jawab negara terhadap rakyatnya, sebagaimana yang diungkapkan oleh Capres Anies Rasyid Baswedan dalam debat Capres-Cawapres terakhir. Menurutnya, kehadiran negara bukanlah sebuah kebaikan hati, melainkan sebuah kewajiban yang harus diemban.

“Lagi-lagi seperti yang disampaikan Mas Anies tadi malam, kehadiran negara atau pemerintah itu bukan karena kebaikan hati tapi karena kewajiban. Negara itu memang punya kewajiban, negara itu tidak boleh abai, negara itu harus mengatasi,” tambahnya.

Gus Imin menilai bahwa sebagian besar aturan yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sudah ada, tinggal pelaksanaannya saja. Menurutnya, jika negara menunjukkan kepedulian terhadap rakyatnya, partisipasi dan keterlibatan masyarakat akan tumbuh.

“Kalau itu sudah dilakukan, otomatis partisipasi akan tumbuh, keterlibatan rakyat akan tumbuh. Termasuk menangani orang dengan gangguan jiwa, kemudian problem-problem kaum muda yang terjerat Narkoba maupun hamil, juga penanganan perempuan korban kekerasan. Ini semua jawabannya adalah kepedulian pemerintah,” ungkapnya.

Gus Imin juga menekankan bahwa sebagian besar komitmen konstitusi sudah ada, tinggal pada kemauan politik untuk mengimplementasikannya. Menurutnya, dengan menjalankan kemauan politik, kekurangan dalam aturan konstitusi dapat diatasi, dan negara dapat menjadi lebih baik.

“Sebagian besar aturan sudah ada, sebagian komitmen konstitusi sudah ada, tinggal adalah kemauan politik. Kemauan politik kalau sudah dijalankan, kekurangan dari konstitusi aturan bisa kita buat. Kita bisa sempurnakan, kita bisa wujudkan,” pungkas Gus Imin.

Lainnya:

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru