Petani Gula Aren Lombok Barat Rasakan Manfaat Jalan TMMD, Waktu Tempuh ke Kebun Kini Lebih Singkat

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani gula aren Desa Giri Madia tersenyum lega usai jalan penghubung hasil program TMMD ke-126 Kodim 1606/Mataram rampung, mempermudah akses ke kebun dan pasar. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petani gula aren Desa Giri Madia tersenyum lega usai jalan penghubung hasil program TMMD ke-126 Kodim 1606/Mataram rampung, mempermudah akses ke kebun dan pasar. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LOMBOK BARAT, RadarBangsa.co.id – Di balik hamparan hijau perbukitan Kecamatan Lingsar, wajah H. Misnah (52) tampak sumringah. Petani gula aren asal Desa Giri Madia itu kini bisa tersenyum lega setelah jalan menuju kebunnya akhirnya diperbaiki melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1606/Mataram. Jalan penghubung sepanjang sekitar dua kilometer yang menghubungkan Desa Dasan Geria dan Desa Giri Madia itu kini menjadi akses vital bagi warga, terutama para petani.

Sebelum adanya program tersebut, perjalanan menuju kebun aren bukan perkara mudah. H. Misnah harus menempuh perjalanan 25 hingga 30 menit menggunakan sepeda motor di jalan berbatu dan licin, apalagi saat musim hujan. Kini, setelah akses baru dibuka, perjalanan itu hanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit.

“Alhamdulillah, sekarang jauh lebih mudah. Dulu kalau hujan jalan licin sekali, susah bawa hasil gula. Sekarang lancar, bisa kirim lebih cepat ke pasar,” ucapnya penuh syukur, Selasa (14/10/2025).

Bagi warga seperti H. Misnah, waktu yang lebih singkat berarti hasil produksi bisa lebih cepat sampai ke pembeli. Efisiensi itu juga berdampak pada peningkatan penghasilan, karena gula aren yang dihasilkan tidak lagi terhambat oleh sulitnya transportasi.

Sekretaris Desa Giri Madia, Saharudin, menuturkan bahwa pembangunan jalan TMMD membawa dampak ekonomi yang luas. Menurutnya, akses baru ini tak hanya memudahkan petani gula aren, tetapi juga membuka peluang bagi warga lain untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian dan UMKM.
“Selain membantu petani gula aren, akses ini juga membuka potensi bagi warga lain untuk mengembangkan hasil bumi dan produk olahan lokal,” ujar Saharudin.

Dari sisi pelaksanaan, kegiatan TMMD ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Gotong royong menjadi semangat utama dalam setiap tahap pembangunan. Babinsa Desa Giri Madia, Serma N. G. Manafe, menjelaskan bahwa TMMD bukan semata soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Kami ingin pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari hasil bumi,” tegas Serma Manafe.

Program TMMD sendiri telah menjadi agenda rutin TNI di berbagai daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat. Selain membuka akses jalan, kegiatan ini juga sering disertai dengan pelatihan kewirausahaan, penyuluhan kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya. Tujuannya sederhana: mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Bagi H. Misnah dan para petani lain di Giri Madia, kehadiran jalan TMMD bukan sekadar infrastruktur baru, tetapi simbol harapan baru. “Kalau jalan bagus, kami bisa kerja lebih semangat. Hasil pun cepat sampai ke pasar. Terima kasih kepada TNI yang sudah bantu kami,” tutupnya penuh rasa syukur sebuah pernyataan sederhana yang menggambarkan makna besar dari pembangunan yang berpihak pada rakyat.

Lainnya:

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru