SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo mulai menyusun peta jalan politik menuju Pemilu 2029 dan Pilkada 2030. Seusai pelantikan kepengurusan periode 2026–2031, partai tersebut langsung menetapkan target menaikkan perolehan kursi DPRD dari 15 menjadi 18 kursi sekaligus mengembalikan posisi kepala daerah ke tangan kader PKB.
Target tersebut disampaikan dalam agenda pelantikan dan penyerahan amanat kepengurusan baru yang digelar di kantor pusat partai pada Selasa (7/7/2026) malam. Kepengurusan baru dipimpin Ketua Tanfidz H. Rizza Ali Faizin dengan KH Nur Cholis Misbah sebagai Ketua Dewan Syuro dan KH M. Atho’illah sebagai Ketua Mustasyar.
Di jajaran harian, Gus Rizza didampingi Ibnu Azzar Firdaus sebagai Sekretaris serta H. Usman sebagai Bendahara. Formasi kepengurusan itu juga diwarnai keterlibatan berbagai kalangan di luar basis tradisional partai sebagai bagian dari strategi memperluas dukungan politik.
“Kami sangat optimistis pada Pemilu 2029 kursi PKB di DPRD Kabupaten Sidoarjo akan bertambah dari 15 menjadi 18 kursi,” kata Gus Rizza.
Menurutnya, target tersebut disusun berdasarkan evaluasi terhadap kekuatan organisasi dan perubahan komposisi kepengurusan. PKB, kata dia, tidak hanya mengandalkan basis warga Nahdlatul Ulama, tetapi juga membuka ruang bagi kalangan profesional, pengusaha, organisasi kepemudaan, hingga tokoh lintas agama.
“Kami ingin PKB menjadi rumah bersama. Selain dari kalangan NU, ada juga perwakilan agama lain, komunitas Katolik, profesional, pengusaha, dan teman-teman pemuda yang bergabung. Semakin luas jangkauan, semakin kuat dukungan yang kita miliki,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, DPC PKB Sidoarjo menyiapkan strategi bertajuk “Pertahankan Basis dan Rebut Pasar”. Strategi pertama diarahkan untuk menjaga suara yang telah mengantarkan PKB memperoleh 15 kursi DPRD, sedangkan strategi kedua difokuskan pada perluasan dukungan dari kelompok pemilih baru.
Salah satu sasaran utama ialah generasi muda yang diperkirakan memiliki pengaruh besar pada Pemilu 2029. Hal itu tercermin dari komposisi kepengurusan baru yang sekitar 35 persen diisi kader dari kalangan milenial dan Generasi Z.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya partai menyesuaikan diri dengan perubahan demografi pemilih. Melalui regenerasi kepengurusan, PKB berharap mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas jangkauan politik di berbagai segmen masyarakat.
Selain membidik peningkatan kursi legislatif, kepengurusan baru juga membawa target politik yang lebih besar, yakni memenangkan Pilkada Sidoarjo 2030. Gus Rizza menilai daerah tersebut memiliki sejarah panjang sebagai salah satu basis utama PKB di Jawa Timur sehingga peluang untuk kembali memimpin pemerintahan daerah tetap terbuka.
“Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh kader, kami optimistis posisi eksekutif di Sidoarjo akan kita rebut kembali,” tegasnya.
Target tersebut menjadi arah perjuangan politik DPC PKB Sidoarjo selama lima tahun ke depan. “Konsolidasi organisasi, perluasan basis dukungan, serta regenerasi kader disiapkan sebagai modal menghadapi dua agenda politik besar, yakni Pemilu 2029 dan Pilkada 2030, “pungkasnya.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar