Polda DIY Geledah Dinas Pendidikan Gunungkidul, Usut Dugaan Korupsi TIK Rp1,05 Miliar

Senin, 23 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasubdit Tipikor Polda DIY, AKBP Indra Waspada, usai melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan Gunungkidul, Senin (23/6/2025). (dok. ho/Radar Bangsa)

Kasubdit Tipikor Polda DIY, AKBP Indra Waspada, usai melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan Gunungkidul, Senin (23/6/2025). (dok. ho/Radar Bangsa)

GUNUNGKIDUL, RadarBangsa.co.id – Jajaran Kasubdit Tipikor Polda DIY melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di Bidang Sekolah Dasar (SD), pada Senin (23/6/2026).

Penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya melengkapi dokumen dan barang bukti dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tahun anggaran 2022.

Kasubdit Tipikor Polda DIY, AKBP Indra Waspada, menjelaskan bahwa kedatangan tim penyidik ke kantor dinas merupakan bagian dari proses penyidikan yang tengah berjalan.

“Penggeledahan ini merupakan langkah lanjutan dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan TIK di Dinas Pendidikan Gunungkidul,” ujarnya.

Lebih lanjut, Indra mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil audit investigatif dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ditemukan potensi kerugian negara mencapai miliaran rupiah.

“Dari hasil audit investigasi, ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp1,05 miliar,” jelasnya.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi turut menyita sejumlah dokumen serta barang elektronik, termasuk telepon genggam dan laptop, dari ruang Bidang SD dan ruang kerja beberapa pegawai yang terkait dengan kasus ini.

AKBP Indra menegaskan bahwa penyidikan akan terus berlanjut hingga seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru