Polsek Tikung Siaga Amankan Kegiatan Hari Santri NU

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aiptu I Ketut GB, Kanit Sabhara Polsek Tikung, melakukan pengamanan kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di Kantor NU Tikung, Lamongan, Kamis (24/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Aiptu I Ketut GB, Kanit Sabhara Polsek Tikung, melakukan pengamanan kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di Kantor NU Tikung, Lamongan, Kamis (24/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tikung, Kabupaten Lamongan, memberikan pengamanan di acara yang digelar di Kantor Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tikung pada Kamis (24/10/2025). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan mendapat perhatian masyarakat serta tokoh agama setempat.

Kanit Sabhara Polsek Tikung, Aiptu I Ketut GB, turun langsung mengawal jalannya kegiatan agar berlangsung aman dan tertib. Ia bersama sejumlah personel kepolisian diterjunkan sejak pagi untuk memastikan keamanan seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan hingga penutupan.

“Kami hadir untuk memastikan peringatan Hari Santri di wilayah Tikung berjalan lancar tanpa gangguan. Pengamanan ini merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujar Aiptu Ketut di lokasi acara.

Acara peringatan Hari Santri di Kantor NU Tikung dihadiri oleh pengurus NU, para santri, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari pemerintah kecamatan. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan upacara dan doa bersama untuk mengenang jasa para ulama serta perjuangan santri dalam membela bangsa.

Situasi di lapangan terpantau kondusif. Personel kepolisian melakukan penjagaan di beberapa titik strategis, termasuk area pintu masuk, halaman kantor, serta jalur lalu lintas sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan dan memastikan kegiatan berjalan dengan tertib.

Aiptu Ketut menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan panitia dan Banser NU setempat guna memperkuat pengamanan internal. “Sinergi dengan elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengamanan. Kami apresiasi kerja sama panitia dan peserta yang mematuhi aturan selama kegiatan,” ujarnya.

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi besar kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Meski kegiatan di Tikung digelar dua hari setelah tanggal peringatan nasional, semangat kebersamaan dan nilai religius tetap terasa kuat di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan warga. Melalui pengamanan yang humanis, Polsek Tikung ingin menunjukkan bahwa aparat kepolisian tidak hanya berperan menjaga ketertiban, tetapi juga mendukung kegiatan keagamaan yang menumbuhkan nilai persatuan.

Kapolsek Tikung melalui Kanit Sabhara menyampaikan bahwa pengamanan seperti ini rutin dilakukan dalam setiap kegiatan masyarakat berskala besar. Selain menjaga keamanan, kehadiran polisi juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa nyaman dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Menutup keterangannya, Aiptu Ketut GB menegaskan komitmen Polsek Tikung untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Ia berharap semangat Hari Santri dapat menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dalam setiap kegiatan. Tugas kami bukan hanya menegakkan hukum, tapi juga membangun kebersamaan agar wilayah Tikung tetap damai dan kondusif,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru