LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Puluhan sepeda motor milik warga Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, dilaporkan mogok dan mengalami kerusakan mendadak sejak akhir pekan lalu. Dugaan sementara, gangguan itu disebabkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga tercampur zat lain. Polisi kini turun tangan untuk memastikan penyebabnya.
Kepala Unit Intelkam Polsek Tikung, Bripka Lendy, melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) pada Senin (27/10/2025) sore, menyusul ramainya unggahan di media sosial yang menampilkan sejumlah pengendara motor mogok di sekitar wilayah tersebut. Lokasi yang disambangi petugas meliputi Bengkel AHAS Jaya Abadi di Desa Bakalanpule dan SPBU Tikung.
Hasil monitoring di lapangan menunjukkan, sejumlah mekanik dan pengguna kendaraan roda dua mengeluhkan motor mereka mendadak brebet, kehilangan tenaga, hingga mogok total setelah mengisi bahan bakar di SPBU setempat.
“Banyak konsumen datang dengan keluhan motor brebet dan mogok setelah isi Pertalite. Baunya juga berbeda, agak menyengat dari biasanya,” ujar Zainul Arifin, Kepala Bengkel AHAS Jaya Abadi Tikung, kepada petugas.
Menurut Zainul, laporan pertama mulai muncul pada Sabtu (25/10/2025) dan jumlahnya terus bertambah. Ia menduga ada kandungan tak biasa dalam BBM yang dikonsumsi warga, sehingga memengaruhi sistem pembakaran kendaraan.
Dugaan serupa diungkapkan pihak SPBU Tikung. Ayik, pengawas SPBU setempat, mengakui bahwa aroma Pertalite di tangki penyalur memang berbeda dari biasanya. Namun, pihaknya belum dapat memastikan adanya pencampuran zat tertentu.
“Kami juga mencium bau lebih menyengat dari biasanya. Tapi dari informasi yang kami terima, Pertamina belum menyatakan ada campuran apapun dalam Pertalite. Kami tidak bisa memastikan apakah ada unsur etanol atau bahan lain. Yang jelas, bukan air,” kata Ayik.
Sementara itu, Bripka Lendy memastikan pihak kepolisian terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk bengkel dan pengelola SPBU, untuk menelusuri penyebab utama gangguan mesin tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan bengkel-bengkel di wilayah Tikung untuk terus memperbarui laporan jika ada keluhan serupa. Kami juga berkomunikasi dengan pihak SPBU dan pom mini untuk memantau perubahan warna dan bau BBM,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan awal, kasus mogok massal sejauh ini hanya menimpa kendaraan roda dua, sementara roda empat belum ditemukan keluhan serupa. Situasi di SPBU Tikung juga dilaporkan tetap aman dan kondusif, meski sebagian warga kini memilih beralih menggunakan Pertamax untuk sementara waktu.
Kanit Intelkam Polsek Tikung menegaskan, langkah ini diambil agar keresahan masyarakat tidak semakin meluas. Polisi juga mengimbau warga untuk melapor jika mengalami kendala serupa setelah mengisi bahan bakar di wilayah tersebut.
“Kami terus memonitor perkembangan dan sudah melaporkan hasil sementara kepada pimpinan. Fokus kami menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu hasil uji laboratorium terkait dugaan campuran BBM,” tutur Bripka Lendy.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








