JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Posko Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan 2026 yang dibuka Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sejak 2 Maret mencatat lonjakan konsultasi dari pekerja. Hingga Kamis (12/3/2026), total 1.134 konsultasi telah diterima melalui berbagai kanal layanan.
Memasuki pertengahan Maret, Kemnaker kini mulai membuka layanan pengaduan resmi bagi pekerja atau buruh yang mengalami kendala pembayaran THR maupun BHR. Layanan tersebut mulai dioperasikan pada Jumat (13/3/2026).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan Posko THR 2026 memang dirancang menyediakan dua layanan utama, yakni konsultasi dan pengaduan bagi pekerja yang membutuhkan pendampingan terkait hak keagamaan tersebut.
“Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, Posko THR dan BHR Keagamaan 2026 memiliki dua layanan yaitu konsultasi dan aduan. Mulai hari ini layanan aduan sudah kami buka,” ujar Yassierli dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, layanan konsultasi dimanfaatkan pekerja untuk menanyakan berbagai hal terkait hak THR dan BHR. Pertanyaan yang masuk antara lain mengenai syarat penerima, mekanisme perhitungan, hingga persoalan yang muncul dalam kondisi tertentu seperti pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sementara itu, layanan pengaduan difungsikan sebagai kanal resmi bagi pekerja yang mengalami pelanggaran hak. Misalnya THR yang belum dibayarkan oleh perusahaan, dibayarkan tidak penuh, atau dicicil tanpa kesepakatan.
“Setiap pengaduan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti oleh pengawas ketenagakerjaan yang berjaga setiap hari di Posko,” kata Yassierli.
Ia menambahkan, pekerja yang mengalami kendala pembayaran THR diharapkan tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Berdasarkan laporan harian Posko THR pada Kamis (12/3/2026), tercatat 414 konsultasi masuk dalam satu hari. Rinciannya terdiri dari 306 konsultasi THR online, 100 konsultasi BHR online, satu konsultasi tatap muka THR, serta tujuh konsultasi melalui pusat bantuan.
Secara akumulatif sejak 2 hingga 12 Maret 2026, konsultasi THR online mencapai 673 laporan dan BHR online 382 laporan. Sementara konsultasi tatap muka masing-masing tercatat 10 untuk THR dan satu untuk BHR, serta 68 laporan melalui pusat bantuan.
Kemnaker membuka akses layanan secara daring melalui situs poskothr.kemnaker.go.id serta WhatsApp di nomor 081280001112. Pemerintah berharap pekerja, termasuk pengemudi ojek online dan kurir online, dapat memanfaatkan layanan ini untuk memastikan hak THR mereka terpenuhi menjelang hari raya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar