PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan kembali memperketat pengawasan internal melalui razia gabungan guna mencegah peredaran narkoba dan praktik penipuan di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas (Kalapas) Kusnan bersama aparat TNI dari Kodim 0826 Pamekasan, Sabtu (28/2).
Razia menyasar sejumlah blok hunian warga binaan, khususnya Blok B dan Blok C, sebagai bagian dari langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang terlarang yang berpotensi disalahgunakan, di antaranya sendok besi, pisau modifikasi, tali, botol kaca, hingga kartu remi. Seluruh barang hasil temuan langsung diinventarisasi dan diamankan untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai prosedur.
Kalapas Kusnan menegaskan, kegiatan razia rutin menjadi bentuk komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta bebas dari praktik ilegal.
“Razia ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan lapas yang aman dan tertib. Kami tidak akan memberi ruang terhadap peredaran narkoba maupun penipuan di dalam lapas,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pelibatan personel TNI dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antarinstansi dalam memperkuat pengamanan serta meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap warga binaan.
Langkah ini juga merupakan implementasi arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui program penguatan keamanan yang masuk dalam 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya terkait pemberantasan peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan.
Hasil pelaksanaan razia selanjutnya akan dilaporkan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut penguatan sistem pengamanan.
Kusnan menegaskan, razia serupa akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan lapas tetap kondusif serta mencegah munculnya jaringan peredaran narkoba maupun modus kejahatan lain dari dalam penjara.
“Pengawasan akan terus kami tingkatkan agar lapas benar-benar menjadi tempat pembinaan, bukan ruang bagi aktivitas pelanggaran hukum,” pungkasnya.
Penulis : Debora
Editor : Zainul Arifin


















Komentar