PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 1.613 jamaah calon haji asal Kabupaten Pasuruan mengikuti manasik haji terintegrasi yang digelar di HM Roeslan Hall, Purwosari, Rabu (11/2/2026). Kegiatan massal ini menjadi pembekalan wajib bagi seluruh jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2026.
Manasik haji tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, serta dihadiri jajaran Kementerian Agama, panitia penyelenggara ibadah haji, dan para pembimbing manasik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasuruan, Ahmad Marzuqi, menjelaskan bahwa total jamaah calon haji tahun ini berjumlah 1.613 orang, terdiri dari 806 jamaah perempuan dan 807 jamaah laki-laki. Seluruhnya diwajibkan mengikuti manasik haji terintegrasi sebagai pembekalan awal sekaligus terakhir di tingkat kabupaten.
“Semua jamaah calon haji Kabupaten Pasuruan yang akan berangkat tahun ini wajib mengikuti manasik terintegrasi seperti sekarang. Ini yang pertama sekaligus terakhir di tingkat kabupaten,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Gus Anis itu menegaskan, manasik bertujuan membekali jamaah agar mampu menjalankan ibadah haji secara mandiri, tertib, serta sesuai syariat. Menurutnya, kondisi di lapangan seringkali dinamis sehingga jamaah dituntut mampu beradaptasi dengan cepat.
“Setiap jamaah harus bisa mandiri. Semua rangkaian ibadah harus dipahami, dijalankan sesuai syariat, dan tetap tertib,” imbuhnya.
Setelah manasik tingkat kabupaten, jamaah akan kembali mendapatkan bimbingan lanjutan di tingkat kecamatan melalui Kantor Urusan Agama (KUA). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung empat kali pertemuan. Apabila jumlah jamaah di satu kecamatan kurang dari 45 orang, pelaksanaan manasik dapat digabung dengan kecamatan lain.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyampaikan ucapan selamat kepada para jamaah yang mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. Ia menekankan bahwa keberangkatan haji merupakan panggilan istimewa.
“Bapak ibu wajib bersyukur, karena jutaan orang di Indonesia menunggu giliran berhaji,” ujarnya.
Gus Shobih juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik. Ia menyebut sekitar 90 persen rangkaian ibadah haji membutuhkan kekuatan tubuh, mulai dari thawaf, sa’i, hingga wukuf.
“Jaga kesehatan dengan olahraga rutin, konsumsi vitamin, dan asupan bergizi. Ibadah haji itu ibadah fisik sekaligus ibadah harta,” tegasnya.
Selain itu, jamaah diminta memahami alur perjalanan, kelengkapan dokumen, hingga aturan selama di asrama embarkasi dan penerbangan menuju Arab Saudi.
“Periksa dokumen sebelum masuk asrama transit. Pahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama perjalanan. Kesiapan mental dan fisik sangat penting,” pungkasnya.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








