Rp2,27 Miliar Digelontorkan ke Probolinggo, Strategi Gubernur Khofifah Putus Mata Rantai Kemiskinan dan Rentenir

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat Kota Probolinggo. Senin, 8 Juni 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat Kota Probolinggo. Senin, 8 Juni 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos), tali asih pilar sosial, hingga zakat produktif dengan total nilai Rp2,27 miliar kepada masyarakat Kota Probolinggo. Bantuan tersebut menjadi bagian dari program Sapa Bansos 2026 yang difokuskan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, memperkuat perlindungan sosial, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (8/6), dan dihadiri ratusan penerima manfaat, unsur pemerintah daerah, serta para pilar sosial yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesejahteraan masyarakat.

Khofifah menegaskan, kebijakan bantuan sosial yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak lagi semata-mata berorientasi pada bantuan sesaat. Program tersebut dirancang agar mampu menjadi instrumen perlindungan sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat rentan.

“Fokus utama kita adalah mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus menekan ketimpangan sosial. Karena itu perlindungan sosial yang diberikan harus adaptif dan mampu memberdayakan masyarakat,” kata Khofifah.

Menurutnya, Pemprov Jatim menerapkan dua pendekatan secara bersamaan, yakni *charity* atau perlindungan sosial bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, serta *empowering* atau pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang masih memiliki potensi untuk berkembang dan meningkatkan taraf hidupnya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dengan memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses terhadap perlindungan dan peluang peningkatan kesejahteraan.

“Melalui pendekatan perlindungan dan pemberdayaan secara bersamaan, kita ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan bantuan sekaligus memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah memaparkan bahwa pada tahun 2026 Pemprov Jawa Timur mengalokasikan bantuan sosial dan tali asih pilar sosial sebesar Rp171,239 miliar yang disalurkan ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Dari total anggaran tersebut, Kota Probolinggo memperoleh alokasi Rp2,273 miliar.

Rinciannya, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp1,202 miliar diberikan kepada 601 keluarga penerima manfaat. Selain itu, bantuan sosial untuk masyarakat kategori kemiskinan ekstrem disalurkan kepada 284 penerima dengan total nilai Rp426 juta.

Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp216 juta kepada 60 penerima manfaat. Sementara program KIP KPM JAWARA senilai Rp300 juta diberikan kepada 100 penerima, masing-masing menerima bantuan Rp3 juta per tahun.

Tidak hanya kepada masyarakat penerima bantuan, perhatian juga diberikan kepada para pilar sosial yang selama ini aktif mendampingi warga. Sebanyak 27 pilar sosial yang terdiri dari Pendamping Disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (TAGANA) menerima bantuan operasional penyelenggaraan dan tali asih dengan total nilai Rp78,6 juta.

Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah penyaluran zakat produktif. Melalui sinergi bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemprov Jatim menyalurkan zakat produktif senilai Rp50 juta kepada 100 penerima manfaat. Masing-masing penerima memperoleh modal usaha sebesar Rp500 ribu.

Khofifah menilai bantuan berbasis pemberdayaan ekonomi tersebut memiliki dampak jangka panjang karena dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha kecil sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi atau praktik rente yang kerap membebani kelompok ekonomi lemah.

“Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat. Ada yang digunakan sebagai modal usaha yang sifatnya pemberdayaan, dan ada pula yang bersifat perlindungan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan bagi kelompok lansia tidak mampu dan penyandang disabilitas tetap difokuskan sebagai bentuk perlindungan sosial. Sementara bantuan untuk masyarakat miskin ekstrem dan zakat produktif diarahkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga penerima manfaat.

“Harapan kita zakat produktif ini bisa membantu memutus mata rantai rente di masyarakat dan menjadi pengungkit ekonomi keluarga,” tegasnya.

Selain menyalurkan bantuan, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada seluruh pilar sosial yang selama ini bekerja langsung di lapangan mendampingi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan berbagai program perlindungan sosial tidak dapat dilepaskan dari peran para pendamping yang memastikan bantuan tepat sasaran.

“Semoga pengabdian panjenengan semua menjadi amal jariyah dan membawa manfaat yang luas bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap upaya penanggulangan kemiskinan di daerahnya.

Ia menyebut sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkot Probolinggo mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data pemerintah daerah, angka kemiskinan di Kota Probolinggo pada 2025 berhasil turun sebesar 0,69 persen.

“Jika dilihat angkanya tampak kecil. Tetapi dibandingkan lima tahun terakhir, penurunannya hanya sekitar 0,2 persen. Jadi ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Aminuddin.

Ia berharap kolaborasi yang terus terjalin dengan Pemprov Jatim dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan dalam beberapa tahun ke depan.

“Terinspirasi oleh Ibu Gubernur, semoga dalam dua tahun ke depan kami bisa terus menurunkan angka kemiskinan secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Berita Terbaru