RS KORPRI Pura Raharja Naik Tipe C, Senator DPD RI Lia Dorong Penguatan Layanan Ibu dan Anak

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama saat meninjau ruang pelayanan RS KORPRI Pura Raharja Surabaya yang tengah dipersiapkan naik kelas menjadi rumah sakit tipe C. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI Lia Istifhama saat meninjau ruang pelayanan RS KORPRI Pura Raharja Surabaya yang tengah dipersiapkan naik kelas menjadi rumah sakit tipe C. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA,RadarBangsa.co.id – Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur terus diperkuat melalui rencana transformasi RS KORPRI Pura Raharja menjadi rumah sakit tipe C. Langkah ini mendapat dukungan dari Anggota DPD RI Lia Istifhama yang menilai pengembangan tersebut strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.

Peningkatan status rumah sakit ini dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang terus meningkat, terutama pada layanan kebidanan, kesehatan ibu melahirkan, dan perawatan bayi. Dalam kunjungannya, Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia meninjau langsung sejumlah ruang pelayanan mulai lantai dua hingga lantai empat, menyaksikan aktivitas layanan medis yang tetap berlangsung hingga sore hari.

Menurut Ning Lia, tingkat kunjungan pasien yang stabil mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap RS KORPRI Pura Raharja. Hal ini menjadi indikator penting bahwa rumah sakit tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke level layanan yang lebih tinggi.

“Rumah sakit ini berada di tengah permukiman warga, sehingga aksesnya sangat mudah. Ini menjadi nilai tambah karena masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan tepat,” ujar Lia Istifhama.

Ia menilai, meskipun secara fisik rumah sakit tidak sebesar rumah sakit milik pemerintah provinsi, fokus layanan yang terarah justru menjadi keunggulan. Efektivitas pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat dinilai lebih penting dalam menekan risiko keterlambatan penanganan medis, khususnya pada kasus ibu melahirkan dan bayi.

Relaunching RS KORPRI Pura Raharja juga disebut sebagai momentum kebangkitan layanan kesehatan yang lebih inklusif. Rumah sakit ini tidak hanya ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya, tetapi juga masyarakat umum di wilayah sekitar yang membutuhkan layanan kesehatan berkualitas dengan akses cepat.

Dalam konteks penguatan layanan ibu dan anak, Ning Lia menekankan pentingnya pendekatan ramah keluarga. Ia mendorong penyediaan fasilitas pendukung seperti ruang tunggu yang nyaman, area bermain anak, serta sistem antrean yang memperhatikan kebutuhan ibu dan lansia.
“Pelayanan kesehatan tidak hanya soal tindakan medis, tetapi juga kenyamanan psikologis pasien dan keluarga. Anak-anak yang ikut orang tuanya berobat juga perlu diperhatikan agar proses pelayanan berjalan lebih manusiawi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono memastikan bahwa proses peningkatan status RS KORPRI Pura Raharja ke tipe C tengah berjalan. Sejumlah tahapan administratif telah dimulai, termasuk audit bangunan, kelengkapan alat kesehatan, sumber daya manusia, serta aspek keuangan.

Selain itu, pengembangan infrastruktur juga menjadi bagian dari rencana besar rumah sakit. Pemerintah daerah menyiapkan penambahan lahan guna mendukung ekspansi gedung, perluasan layanan rawat jalan, serta penambahan kapasitas tempat tidur sesuai standar rumah sakit tipe C.

Tidak hanya berfokus pada layanan di dalam gedung, RS KORPRI Pura Raharja juga mengembangkan layanan home care.

Program ini ditujukan untuk menjangkau pasien dengan keterbatasan mobilitas, sekaligus memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas dan pencegahan penyakit.
Jika peningkatan status resmi terealisasi, RS KORPRI Pura Raharja akan mengusung layanan unggulan ibu dan bayi, disertai pengembangan sejumlah layanan spesialis secara bertahap. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu menekan angka risiko kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta perhatian para pemangku kepentingan, transformasi RS KORPRI Pura Raharja diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan yang berkelanjutan di Jawa Timur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Diare Massal di Sudimoro, DPRD Pacitan Desak Penyelidikan Epidemiologi
BMKG NTB: Cuaca Ekstrem, RSUD H Moh Ruslan Siapkan Layanan 24 Jam
HGN 2026 di Lumajang, 46 Ahli Gizi Turun ke Sekolah Perkuat Literasi Gizi Pelajar
Layanan RSUD Sanggau Makin Lengkap Usai Rampungnya Tiga Sarana Strategis
Dari RS Jiwa ke Layanan Terpadu, Transformasi RS Menur Tuai Apresiasi Anggota DPD RI Lia Istifhama
RSUD H Moh Ruslan Mataram Hadirkan PANDU RS, Inovasi Pelayanan Informasi Terpadu
Waspada Hipertensi pada Usia Produktif, Dokter RSUD HMR Mataram Ingatkan Pentingnya Pencegahan Dini
Kongres IDEI 2026 Pertegas Peran Doktor Ekonomi Dorong Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:37 WIB

Diare Massal di Sudimoro, DPRD Pacitan Desak Penyelidikan Epidemiologi

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:56 WIB

BMKG NTB: Cuaca Ekstrem, RSUD H Moh Ruslan Siapkan Layanan 24 Jam

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:02 WIB

HGN 2026 di Lumajang, 46 Ahli Gizi Turun ke Sekolah Perkuat Literasi Gizi Pelajar

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:59 WIB

Layanan RSUD Sanggau Makin Lengkap Usai Rampungnya Tiga Sarana Strategis

Jumat, 16 Januari 2026 - 23:43 WIB

Dari RS Jiwa ke Layanan Terpadu, Transformasi RS Menur Tuai Apresiasi Anggota DPD RI Lia Istifhama

Berita Terbaru