SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Ambisi Jawa Timur menghadirkan layanan kesehatan berkelas dunia kembali mendapat pembuktian. RSUD Dr. Soetomo, rumah sakit rujukan terbesar di provinsi ini, resmi masuk ke dalam jajaran Global Top 101–250 Academic Medical Centre (AMC) versi Brand Finance Global Top 250 Hospitals 2025. Pengakuan tersebut menempatkan Jawa Timur dalam peta institusi kesehatan global dan mempertegas posisi RSUD Dr. Soetomo sebagai pusat layanan dan pendidikan medis yang mampu bersaing dengan institusi terkemuka dunia.
Pemeringkatan Brand Finance tidak hanya menilai kualitas layanan, tetapi juga kapasitas riset dan pendidikan yang dijalankan rumah sakit. Melalui metode Brand Strength Index (BSI), Brand Finance mengukur ribuan rumah sakit di lebih dari 30 negara melalui survei profesional kesehatan internasional. Tiga indikator utama yang dinilai yaitu perawatan pasien, riset medis, serta proses pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
Dalam laporan tahun 2025, Johns Hopkins Hospital di Amerika Serikat mempertahankan posisi sebagai rumah sakit dengan reputasi global paling kuat, disusul Oxford University Hospitals NHS Foundation Trust dari Inggris dan Mayo Clinic Health System di Amerika Serikat. Masuknya RSUD Dr. Soetomo dalam daftar 101–250 menjadi lompatan besar bagi ekosistem layanan kesehatan di Indonesia, terutama bagi rumah sakit pemerintah daerah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan daerah. “Alhamdulillah, pengakuan internasional ini menunjukkan bahwa RSUD Dr. Soetomo telah memenuhi parameter global sebagai World Class Hospital,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Soetomo merupakan satu-satunya RSUD di Indonesia yang masuk daftar tersebut. “Ini bukti rumah sakit daerah mampu bersaing di level global,” tambahnya.
Khofifah menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil komitmen RSUD Dr. Soetomo dalam menjaga keseimbangan antara layanan pasien, riset, dan pendidikan. “Ketiga pilar itu adalah standar emas rumah sakit akademik, dan Soetomo mampu menjawabnya,” katanya.
David Haigh, Chairman & CEO Brand Finance, menyoroti tantangan rumah sakit akademik dalam membangun reputasi internasional. “Academic Medical Centres harus mampu menyeimbangkan riset tingkat tinggi, pendidikan medis, dan perawatan pasien. Ketika sebuah rumah sakit memiliki merek yang kuat, maka ia dapat menarik talenta global, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas dampak akademiknya,” ujarnya dalam laporan tersebut.
Peningkatan reputasi internasional ini dinilai membawa dampak langsung bagi masyarakat. RSUD Dr. Soetomo berpeluang menjalin kolaborasi riset global, mengakses teknologi medis terbaru, dan meningkatkan standar layanan bagi pasien rujukan nasional.
Khofifah berharap pencapaian ini menjadi penggerak bagi rumah sakit provinsi lainnya untuk melakukan percepatan kualitas. “Kami ingin RSUD di Jawa Timur ikut meningkatkan standar layanan. Untuk Soetomo sendiri, kami mendorong pengembangan layanan unggulan seperti bedah saraf presisi, tindakan jantung canggih, elektrofisiologi, dan transplantasi organ,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pencapaian global ini merupakan pijakan awal. “Ini adalah langkah menuju sistem kesehatan Jawa Timur yang benar-benar setara dengan pusat medis dunia,” ujarnya.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








