RSUD Mataram Pastikan Korban Kelas Roboh SMAN 7 Tertangani Cepat

Rabu, 20 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan melakukan evakuasi usai dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram roboh, Selasa, 19 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas gabungan melakukan evakuasi usai dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram roboh, Selasa, 19 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id — Dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram roboh pada Selasa siang, 19 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 Wita. Insiden mendadak itu membuat suasana sekolah panik dan menyebabkan empat siswa menjadi korban.

Tim gabungan dari RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, PSC 119 MEMS, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta penanganan darurat.

Peristiwa ambruknya bangunan terjadi saat aktivitas sekolah masih berlangsung. Para siswa dan guru berhamburan keluar ruangan setelah mendengar suara gemuruh keras dari arah kelas yang roboh.

Empat siswa dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut. Tiga siswa mengalami luka lecet ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi. Sementara satu siswa lainnya dirujuk ke RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram karena mengalami syok usai sempat berada di dalam ruangan saat bangunan ambruk.

“Begitu menerima laporan, tim medis dan ambulans langsung kami turunkan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan cepat,” ujar petugas PSC 119 MEMS di lokasi.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., bersama jajaran juga turun langsung memantau proses evakuasi dan penanganan korban. Langkah cepat lintas instansi dinilai penting untuk mencegah situasi semakin memburuk.

Selain fokus pada korban, BPBD dan tim pemadam kebakaran melakukan pengamanan area runtuhan untuk mengantisipasi potensi robohnya bangunan lain di sekitar lokasi.

Kepala SMAN 7 Mataram, Rida Rosalina, mengaku mendengar suara keras sesaat sebelum bangunan runtuh.

“Saat itu saya sedang di ruang kerja dan bersiap salat zuhur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan diketahui dua ruang kelas roboh,” katanya.

Ia menyebut ruang yang ambruk terdiri dari kelas XI A2 dan satu ruangan di sebelahnya yang sebelumnya sudah tidak digunakan karena dinilai berisiko.

Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur sekolah yang rentan membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Aktivitas belajar mengajar di area terdampak kini dihentikan sementara sambil menunggu pemeriksaan lanjutan dari pihak berwenang.

“Kami masih melakukan evaluasi dan pendataan untuk memastikan seluruh area benar-benar aman digunakan kembali,” pungkasnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan
Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di Sampang, Dua Orang Luka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:21

Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya

Berita Terbaru