Sekolah Rakyat di Tuban Dibuka Hari Ini, Gubernur Khofifah: Tak Boleh Ada Anak Tertinggal

Kamis, 30 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tuban didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki menjelang operasional sekolah, Rabu (29/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tuban didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki menjelang operasional sekolah, Rabu (29/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

TUBAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Tuban siap beroperasi mulai Kamis (30/7/2026). Kepastian itu disampaikan setelah meninjau langsung kesiapan seluruh fasilitas pendidikan di kawasan sekolah yang berlokasi di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7).

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki. Kunjungan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana telah siap digunakan menjelang pelaksanaan open house sekaligus dimulainya kegiatan belajar mengajar.

Khofifah menyapa calon peserta didik beserta orang tua mereka, berdialog secara langsung, lalu meninjau kantin, ruang kelas, masjid, hingga lapangan olahraga yang akan dimanfaatkan siswa dari kelompok desil 1 dan desil 2.

“Alhamdulillah, kampus seindah ini, sekolah sebagus ini, kantin se-convenient ini, lapangan olahraga yang luar biasa, tentu ini menjadi medium pembelajaran yang luar biasa pula,” ujarnya.

Menurut Khofifah, keberadaan fasilitas yang lengkap harus didukung ekosistem pendidikan yang kuat agar mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas, berkarakter, dan berintegritas.

“Harapan kita ekosistemnya nanti akan tersupport, dari mulai kepala sekolah, guru-guru, laboratorium, dan semuanya bisa memberikan ruang tumbuh kembang bagi penyiapan proses pendidikan di sini untuk menghasilkan SDM-SDM kualitatif, berkarakter, dan tentu memiliki integritas yang tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi Tuban merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tuban, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten menyiapkan lahan, Pemerintah Pusat membangun gedung, sedangkan Pemprov Jatim membangun ekosistem pendidikan.

Khofifah mengungkapkan proses menjaring calon siswa tidak mudah. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) harus mendatangi sejumlah keluarga berkali-kali agar bersedia mengizinkan anak mereka mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Bahkan, pendamping PKH ada yang mendekati satu keluarga sampai 10 kali, baru mereka mengizinkan putra atau putrinya dikirim untuk sekolah di sini. Jadi ada yang hunting untuk peserta didik,” tuturnya.

Ia menambahkan, masih ditemukan anak yang bahkan tidak mengetahui jenjang kelasnya sehingga diduga telah putus sekolah. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk media, dinilai penting untuk membantu menemukan anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.

“Kalau kawan-kawan media juga membantu, sangat bagus sekali,” imbuhnya.

Khofifah menilai keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama prinsip *no one left behind* atau tidak ada seorang pun yang tertinggal.

“Ini menurut saya sesuatu yang sangat strategis dari keinginan pemerintah untuk bisa membangun kesempatan dan ruang anak untuk bisa berkembang dengan baik. Tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal,” terangnya.

Ia juga menyebut sekolah tersebut tidak hanya melayani siswa dari Tuban, tetapi juga menerima peserta didik dari daerah lain seperti Pati dan Bojonegoro sehingga menjadi ruang interaksi bagi anak-anak dari berbagai wilayah.

Untuk mendukung pembinaan karakter, Khofifah meminta kepala sekolah menghadirkan layanan psikolog setiap bulan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengantisipasi berbagai persoalan sosial, termasuk potensi perundungan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pembiasaan hidup disiplin, saling menghormati, gotong royong, hingga kepedulian antarsiswa telah menjadi bagian penting dari kehidupan di asrama dan perlu terus dipertahankan.

SRT Tuban memiliki fasilitas pendidikan yang mencakup gedung SD, SMP, dan SMA, dua rumah susun guru, dapur, kantin, asrama putra dan putri di setiap jenjang, serta guest house bagi wali murid yang berkunjung.

Sekolah ini juga dilengkapi running track, lapangan sepak bola, lapangan basket, aula berkapasitas besar, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

“Kawan-kawan bisa cari di SMP, SMA, atau SMK. Betapa susahnya mendapatkan kualitas lapangan seperti ini. Jadi tinggal bagaimana ekosistem ini bisa dijaga oleh semuanya sehingga melahirkan anak didik yang luar biasa pula,” tegasnya.

Pada Kamis (30/7/2026), Sekolah Rakyat Terintegrasi Tuban menggelar open house dan mulai menerima siswa untuk menempati ruang kelas serta mengikuti proses pembelajaran.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan 196 tas sekolah beserta perlengkapan ibadah kepada seluruh siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Ia turut memberikan motivasi kepada para peserta didik agar berani memiliki cita-cita tinggi.

“Lihat sekolahnya, luar biasa. Yang sekolah di sini pasti juga luar biasa. Seperti kata Bung Karno, anak-anak harus bermimpi setinggi langit. Jika jatuh maka akan jatuh di antara bintang-bintang. Belajar yang baik, disiplin, semoga semua cita-citamu tercapai,” ujarnya.

Kepada para orang tua, Khofifah berpesan agar terus memberikan doa dan dukungan kepada putra-putrinya selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Mudah-mudahan sukses dan tercapai cita-citamu. Kepada wali murid, doakan anak-anak panjenengan sehat di sini, sekolahnya berjalan dengan baik dan cita-citanya tercapai,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan
MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah
Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru
Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup Besok, Lulusan Baru Diminta Segera Melamar
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
Safari Inklusi Sukapura Dorong Sekolah Lebih Adaptif terhadap Kebutuhan Murid

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya

Rabu, 4 November 2026 - 12:55

Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari

Selasa, 3 November 2026 - 19:11

Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah

Selasa, 3 November 2026 - 18:58

Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru

Selasa, 3 November 2026 - 07:40

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup Besok, Lulusan Baru Diminta Segera Melamar

Berita Terbaru