Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Perempuan dan Gen Z di Bondowoso Bangkit Jadi Penggerak Sosial

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Lia Istifhama (tengah) saat menjadi narasumber dalam Sekolah Kader Kopri (SKK) ke-VI PC PMII Bondowoso, Minggu (27/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Dr. Lia Istifhama (tengah) saat menjadi narasumber dalam Sekolah Kader Kopri (SKK) ke-VI PC PMII Bondowoso, Minggu (27/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BONDOWOSO, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menyerukan generasi muda dan perempuan agar berani tampil sebagai penggerak pembangunan sosial. Pesan itu ia sampaikan dalam kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) ke-VI yang digelar Kopri PC PMII Bondowoso, Minggu (27/10/2025).

Dalam forum bertema “Sinergitas Kopri dalam Strategi Kebijakan Sosial” itu, Lia tampil dengan gaya khasnya—hangat, rendah hati, dan komunikatif. Ia berdialog langsung dengan peserta yang mayoritas mahasiswa dan aktivis muda, mengajak mereka untuk tidak berhenti di tataran wacana, tetapi bergerak nyata.

“Bertindaklah, jangan hanya berpikir. Hal besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan kenyamanan sering lahir dari ketidaknyamanan,” ujar Ning Lia disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Lia, generasi muda kini menghadapi tantangan besar dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi. Mereka, kata dia, tak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga harus peka terhadap realitas sosial serta berani menciptakan peluang baru.

“Anak muda sebaiknya tidak hanya menunggu peluang datang, tapi aktif menciptakannya. Keterlibatan mereka dalam proses pembangunan—mulai dari perencanaan hingga pengawasan—akan menjadi kunci kemajuan daerah,” tegasnya.

Lia menyebut, jumlah pemuda Indonesia pada 2024 mencapai 64,22 juta orang atau 22,99 persen dari total penduduk. Angka tersebut merupakan potensi besar bila diarahkan dengan tepat melalui kebijakan yang berpihak pada penguatan kapasitas dan kolaborasi antar generasi.

Sebagai tokoh perempuan Nahdliyyin, Lia juga menekankan pentingnya peran perempuan muda dalam pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, perempuan yang berdaya bukan hanya memperkuat keluarga, tapi juga meneguhkan fondasi sosial dan ekonomi bangsa.

“Lepaskan yang membuat resah, fokuslah pada hal-hal yang membawa manfaat. Jadilah pemimpin yang menginspirasi, bukan sekadar pengikut,” ucapnya.

Ia mengingatkan para kader Kopri untuk tidak takut gagal. Dalam pandangannya, setiap kesulitan justru membentuk karakter dan membuka ruang bagi kesempatan baru.

“Mengapa kita takut gagal, sedangkan Tuhan telah menciptakan banyak kesempatan untuk kita? Kadang, keberuntungan datang setelah masa tersulit,” tuturnya penuh keyakinan.

Sebagai putri dari KH Maskur Hasyim, ulama NU Jawa Timur, Lia menilai pembangunan sosial tidak bisa dilepaskan dari penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal. Kualitas SDM, menurutnya, menjadi fondasi dalam memperkuat perekonomian daerah dan mengurangi ketimpangan sosial.

“Strategi pembangunan yang efektif adalah yang memanfaatkan potensi manusia lokal secara optimal. Kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata,” katanya.

Selain itu, Lia berpesan agar generasi muda, terutama perempuan, tetap reflektif dalam perjalanan karier dan politik.

“Sebelum terjun dalam politik, lakukan observasi. Saat sudah di dalamnya, terus lakukan evaluasi,” ujarnya menutup sesi reflektif.

Bagi banyak peserta, sosok Lia Istifhama bukan hanya seorang senator, tetapi role model perempuan inspiratif yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial.

“Hidup ini penuh kejutan. Bila kejutan tampak sebagai kesulitan, pandanglah ia sebagai tantangan. Karena di balik tantangan, ada pelajaran dan kekuatan,” pungkasnya disambut tepuk tangan panjang.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru